Pada tanggal 16-17 November kemarin, Kementerian Luar Negeri Polandia menyelenggarakan pertemuan internasional tingkat menteri tentang kebebasan beragama “The 2020 Ministerial to Advance Freedom of Religion or Belief” via telekonferensi. Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, memberikan pidato dalam bentuk video, dan menyatakan bahwa Taiwan bersedia dan bertekad untuk berjuang bersama komunitas internasional dalam mendorong kebebasan beragama. Pertemuan yang diselenggarakan secara online tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Keliling untuk Kebebasan Beragama, Pusin Tali.
Menlu Joseph Wu menjelaskan selama beberapa tahun terakhir seluruh dunia telah menyaksikan betapa seriusnya penindasan terhadap kebebasan beragama yang dilakukan oleh pemerintahan otoriter, seperti penganiayaan yang terjadi di Xinjiang. Sedangkan di Taiwan, kebebasan beragama adalah hal yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar, Taiwan dan negara-negara sehaluan lainnya bersedia untuk bersama-sama menjaga dan melindungi hak asasi manusia tersebut. Dalam kesempatan ini, Menlu Joseph Wu juga mengumumkan bahwa Kementerian Luar Negeri (MOFA) akan menyelenggarakan forum penjaminan kebebasan beragama masyarakat sipil regional pada tahun depan.
Pertemuan “Ministerial to Advance Freedom of Religion or Belief” pertama kali dilaksanakan pada tahun 2018 oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, dengan tujuan untuk menyuarakan aspirasi umat beragama minoritas yang mengalami penindasan, serta mendorong pelaksanaan perlindungan hak asasi manusia, dan Taiwan sudah 3 tahun berturut-turut menerima undangan untuk hadir dalam pertemuan tersebut. Pertemuan pertama dan kedua diselenggarakan di Washington DC, dan tahun ini untuk pertama kalinya diselenggarakan di Polandia. Namun, karena wabah virus korona Wuhan (Covid-19) yang masih berlangsung, pertemuan kali ini dilaksanakan via telekonferensi.
Pertemuan yang berlangsung selama 2 hari tersebut, dibagi ke dalam 2 sesi, yaitu sesi pertemuan antar pemerintah dan sesi pertemuan antar masyarakat sipil. Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di Amerika Serikat, Hsiao Bi-khim menerima undangan dari “International Religious Freedom Roundtable” untuk hadir dan menyampaikan pidato pada pertemuan sesi kedua tanggal 17 November.