22/05/2026

Taiwan Today

Politik

Parlemen Eropa Minta Tiongkok Hentikan Segala Tindakan yang Dapat Merusak Stabilitas Lintas Selat

03/09/2021
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Parlemen Eropa akan memperhatikan ancaman militer Tiongkok terhadap Taiwan, dan meminta Tiongkok untuk menghentikan segala bentuk tindakan yang dapat merusak stabilitas di Selat Taiwan, serta menegaskan bahwa perubahan apapun dalam hubungan lintas selat tidak boleh melanggar kehendak masyarakat Taiwan. (Foto oleh Kementerian Luar Negeri)
Pada tanggal 1 September 2021, Komisi Urusan Luar Negeri Parlemen Eropa melakukan pemungutan suara, dan dengan selisih suara yang sangat tinggi meloloskan laporan dan rancangan “Kerja Sama dan Hubungan Politik Uni Eropa-Taiwan” (EU-Taiwan Political Relations and Cooperation). Parlemen Eropa untuk pertama kalinya mengambil inisiatif dengan memberikan saran dalam perspektif yang luas demi memperdalam hubungan persahabatan antara Taiwan-Uni Eropa. Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyambut baik keputusan tersebut dan mengucapkan terima kasih.
 
Dengan dukungan dari Parlemen Eropa, dan upaya dari kedua belah pihak, MOFA berharap kerja sama dan persahabatan Taiwan-Uni Eropa dapat memasuki lembaran yang baru.      
 
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Parlemen Eropa akan memperhatikan ancaman militer Tiongkok terhadap Taiwan, dan meminta Tiongkok untuk menghentikan segala bentuk tindakan yang dapat merusak stabilitas di Selat Taiwan, serta menegaskan bahwa perubahan apapun dalam hubungan lintas selat tidak boleh melanggar kehendak masyarakat Taiwan. Laporan tersebut juga menyerukan agar Uni Eropa mengambil inisiatif dalam menjalin kerja sama internasional, melindungi perdamaian, stabilitas di Selat Taiwan, dan memperkuat demokrasi di Taiwan, serta menerima partisipasi Taiwan sebagai mitra penting Uni Eropa dalam pelaksanaan Strategi Kerja Sama Indo-Pasifik.

Selain itu, Laporan tersebut juga mendorong Uni Eropa untuk meningkatkan hubungan interaksi resmi dengan Taiwan, serta menyerukan agar sebelum akhir tahun ini, Komisi Eropa segera melakukan evaluasi pelaksanaan Perjanjian Investasi Bilateral (BIA) dengan Taiwan, termasuk penetapan ruang lingkup, pelaksanaan dengar pendapat, dan pekerjaan persiapan lainnya.

Selain itu, pemungutan suara tersebut juga meloloskan usulan agar Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Josep Borrell, mengganti nama “European Economic and Trade Office in Taipei” menjadi “EU Office in Taiwan” sebagai simbol eratnya kerja sama bilateral antar Taiwan dan Uni Eropa.   
 
Taiwan dan Lithuania telah setuju untuk saling mendirikan kantor perwakilan, yang merupakan contoh atas semakin dalamnya hubungan bilateral antara Taiwan dengan Uni Eropa dan negara-negara anggotanya. Taiwan tidak akan mundur oleh ancaman dan tekanan, dan akan terus menjaga demokrasi, serta meningkatkan kerja sama dengan Uni Eropa, AS, Jepang dan negara-negara sehaluan lainnya, demi memperteguh kekuatan persatuan negara-negara demokrasi.  
 

Terpopuler

Terbaru