Pada tanggal 4 November 2021, Presiden Tsai Ing-wen menerima kunjungan delegasi Komite Khusus untuk Interferensi Asing dalam Proses Demokratis di Uni Eropa Termasuk Disinformasi (INGE) dari Parlemen Eropa di Istana Kepresidenan. Delegasi tersebut merupakan delegasi resmi Parlemen Eropa pertama dalam sejarah yang diutus untuk berkunjung ke Taiwan. Dalam upaya memberantas disinformasi, Taiwan bersedia untuk berbagi pengalaman dengan Eropa, dan memperdalam hubungan kemitraan, guna melindungi cara hidup yang bebas dan demokratis.
Di awal pidatonya, Presiden Tsai mengucapkan selamat datang kepada ketua delegasi, Raphaël Glucksmann, dan menyatakan bahwa kunjungan tersebut adalah kunjungan delegasi Parlemen Eropa ke Taiwan yang pertama dalam sejarah. Presiden Tsai mengucapkan terima kasih atas dukungan terhadap Taiwan yang telah dinyatakan oleh para anggota delegasi, sehingga kunjungan bersejarah tersebut dapat terlaksana.
Bulan lalu, Parlemen Eropa telah meloloskan laporan “Hubungan Politik dan Kerja Sama EU-Taiwan”, dan berhasil memperoleh dukungan sebesar 86,3% dari para anggota parlemen. Presiden Tsai percaya hubungan kemitraan dalam berbagai bidang antara Taiwan dan Uni Eropa akan terus terjalin dengan semakin erat.
Bulan lalu Taiwan dan Ceko baru saja menandatangani MOU kerja sama untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh serangan peretas (hacker), serta meningkatkan kerja sama bilateral di bidang keamanan informasi. Kali ini, kunjungan delegasi Parlemen Eropa juga berkeinginan untuk memahami langkah yang diambil Taiwan dalam menghadapi ancaman hibrida dan disinformasi.
Pada bulan September tahun ini, pertemuan GCTF untuk pertama kalinya diselenggarakan di Eropa, untuk membahas transformasi rantai pasokan global. Demikian pula, terkait dengan pemberantasan informasi, Taiwan juga bersedia berbagi pengalaman dengan Eropa.
Raphaël Glucksmann mengatakan kunjungan bersejarah ini memperlihatkan betapa pentingnya demokrasi Taiwan bagi masyarakat Eropa yang mereka wakili dalam parlemen.
Raphaël Glucksmann lebih lanjut menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini mereka ingin menyampaikan pesan yang jelas dan sederhana, yaitu “Taiwan Tidak Sendirian”. Eropa akan berdiri bersama Taiwan, melindungi kebebasan, supremasi hukum, dan martabat manusia.
Anggota delegasi yang berkunjung ke Taiwan kali ini terdiri dari latar belakang partai politik yang berbeda, dan mewakili pandangan yang berbeda. Namun, mereka semua memiliki kesamaan, yaitu mendukung demokrasi di Taiwan. Raphaël Glucksmann menilai kunjungan ini adalah permulaan dari hubungan pertukaran antara pejabat tinggi kedua belah pihak, dan ini adalah saatnya bagi Uni Eropa untuk memperdalam kerja sama dengan Taiwan.
Raphaël Glucksmann menjelaskan dalam pertentangan antara otoritarianisme dan demokrasi, kita semua berada di atas perahu yang sama, dan saat ini Eropa menyatakan sikap untuk berdiri bersama Taiwan. Kunjungan ini adalah langkah pertama yang sangat penting bagi pertukaran bilateral. Selanjutnya, hal yang perlu dilakukan adalah mengambil tindakan nyata untuk mendorong pertukaran dan pertemuan antara kedua belah pihak, serta terus memperdalam hubungan kemitraan Taiwan-Uni Eropa.
Beberapa tokoh penting yang turut serta dalam kunjungan ini adalah Andrius Kubilius (mantan Perdana Menteri Lithuania), Markéta Gregorová, Andreas Schieder, Petras Auštrevičius, Georgios Kyrtsos, Marco Dreosto, serta anggota Parlemen Eropa lintas partai dan pejabat dari Sekretariat Jenderal Parlemen Eropa.