Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, Nancy Pelosi, beserta delegasi tiba di Taiwan pada tanggal 2 Agustus malam untuk melakukan kunjungan singkat. Delegasi tersebut terdiri dari Ketua Komisi Luar Negeri DPR AS, Gregory Meeks; Ketua Komisi Urusan Veteran DPR AS, Mark Takano; Wakil Ketua Komisi Ways and Means (Komisi Perpajakan dan Tarif), Suzan DelBene; Ketua Subkomisi Kebijakan Ekonomi dan Konsumen di bawah Komisi Pengawasan dan Reformasi, Raja Krishnamoorthi; dan anggota DPR Andy Kim.
Nancy Pelosi pertama kali menjabat sebagai Ketua DPR AS pada periode tahun 2007-2011, dan menjabat kembali pada periode tahun 2019 hingga saat ini. Nancy Pelosi adalah Ketua DPR wanita pertama dalam sejarah AS, dan dengan status tersebut ia telah secara terbuka menyatakan dukungan untuk Taiwan dalam berbagai kesempatan.
Kunjungan Nancy Pelosi kali ini adalah kunjungan pertama seorang Ketua DPR AS ke Taiwan dalam 25 tahun terakhir. Kunjungan sebelumnya dilakukan oleh Ketua DPR AS Newt Gingrich pada bulan April 1997. Kunjungan ini juga merupakan kunjungan kedua Nancy Pelosi ke Taiwan setelah berselang 22 tahun. Nancy Pelosi membawa delegasi yang terdiri dari anggota DPR bidang diplomatik, veteran, serta perpajakan dan tarif, untuk memperlihatkan dukungan besar DPR AS terhadap hubungan Taiwan-AS, serta kerja sama dengan Taiwan dalam berbagai bidang.
Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan dalam rangkaian tur kunjungan ke Asia memperlihatkan perhatian besar DPR AS terhadap Taiwan, dan merupakan langkah konkret dari pelaksanaan komitmen teguh (rock solid) AS terhadap Taiwan. Kementerian Luar Negeri (MOFA) yakin kunjungan Nancy Pelosi beserta delegasi akan semakin mempererat hubungan persahabatan Taiwan-AS, dan meningkatkan kerja sama global antara kedua belah pihak di berbagai sektor.
Nancy Pelosi menjelaskan kunjungannya ke Taiwan adalah sebuah bentuk penghormatan terhadap komitmen teguh Amerika Serikat dalam mendukung demokrasi di Taiwan. Di saat dunia sedang diperhadapkan dengan pilihan antara demokrasi dan autokrasi, solidaritas masyarakat AS terhadap 23 juta masyarakat Taiwan menjadi sesuatu yang sangat penting dibandingkan masa-masa sebelumnya.