14/02/2026

Taiwan Today

Politik

Presiden Lai Ching-te: Isu Pertahanan Menyangkut Keamanan Nasional, Seluruh Pihak Harus Bersatu Hadapi Tantangan Eksternal

12/02/2026
Presiden Lai berharap partai-partai di Yuan Legislatif, baik dari kubu pemerintah maupun oposisi, dapat segera melakukan pembahasan substantif setelah masa sidang dimulai kembali usai libur Tahun Baru Imlek, serta mempercepat pengesahan RUU tersebut.
Presiden Lai Ching-te menggelar konferensi pers di Istana Kepresidenan untuk menyampaikan pidato berjudul "Keamanan Nasional Tidak Bisa Menunggu! Dukung RUU Khusus Pengadaan Pertahanan", Rabu, 11 Februari 2026. Pidato ini disampaikan terkait RUU Anggaran Khusus Pertahanan oleh Yuan Eksekutif yang hingga kini masih belum dapat masuk ke tahap pembahasan komisi di Yuan Legislatif.
 
Presiden Lai menjelaskan bahwa pemerintah mengusulkan “Anggaran Khusus Pertahanan” untuk jangka waktu delapan tahun, yang difokuskan pada penguatan berkelanjutan modernisasi kemampuan tempur dan strategi perang asimetris Angkatan Bersenjata Nasional melalui tujuh kategori utama.
 
Kebijakan ini bertujuan untuk mewujudkan semangat pembangunan militer dengan prinsip “pelatihan baru, pemikiran baru, perlengkapan baru, dan teknologi baru”. Presiden Lai menegaskan bahwa meskipun partai politik dapat bersaing satu sama lain, isu pertahanan menyangkut keamanan nasional, kedaulatan, dan kelangsungan hidup negara, sehingga seluruh pihak seharusnya bersatu dalam menghadapi tantangan eksternal.
 
Pemerintah bersedia menjelaskan secara transparan bagaimana anggaran tersebut akan digunakan untuk menjaga kedaulatan negara. Presiden Lai berharap partai-partai di Yuan Legislatif, baik dari kubu pemerintah maupun oposisi, dapat segera melakukan pembahasan substantif setelah masa sidang dimulai kembali usai libur Tahun Baru Imlek, serta mempercepat pengesahan RUU tersebut.
 
Dengan demikian, seluruh elemen dapat menjadi pendukung terkuat bagi Angkatan Bersenjata Nasional, bersama-sama menjaga perdamaian kawasan dan memastikan Taiwan terus berkembang secara stabil dan sejahtera.
 
Di tingkat internasional, telah terbentuk konsensus luas bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan merupakan elemen yang tak terpisahkan dari keamanan dan kemakmuran global. Menghadapi ancaman militer Tiongkok yang terus meningkat, negara-negara di kawasan Indo-Pasifik turut menaikkan anggaran pertahanan mereka. Jepang telah menetapkan anggaran pertahanan tahun ini sebesar NTD 1,8 triliun, Korea Selatan sebesar NTD 1,4 triliun, dan Filipina juga sudah meningkatkan anggaran militernya. Dalam konteks tersebut, Taiwan tidak dapat menjadi pengecualian, dengan total anggaran khusus sebesar NTD 1,25 triliun untuk periode delapan tahun.
 
Presiden Lai menegaskan bahwa sebagai anggota komunitas internasional yang melaksanakan tanggung jawab, Taiwan berkomitmen menjaga perdamaian dan stabilitas regional. Peningkatan anggaran pertahanan serta penguatan keamanan nasional bukanlah bentuk provokasi, melainkan wujud tekad untuk mempertahankan diri serta kontribusi nyata dalam menjaga keamanan dunia. Arah kebijakan ini juga memperoleh dukungan luas dari komunitas internasional.
 
Taiwan tidak berniat menginvasi negara mana pun. Upaya peningkatan pertahanan semata-mata untuk melindungi cara hidup yang telah dijalani masyarakat selama ini. “Kita boleh memiliki idealisme tentang perdamaian, tetapi tidak boleh berilusi. Secarik perjanjian tidak dapat menjamin perdamaian; hanya kekuatan yang mampu memastikan perdamaian sejati. Kesiapan untuk perang, dapat mencegah perang; dengan memiliki kemampuan tempur, kita dapat menghentikan perang,” tegas Presiden Lai.
 

Terpopuler

Terbaru