Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung menegaskan bahwa dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan, negara-negara demokrasi di kawasan Rantai Pulau Pertama erlu memperkuat mekanisme kerja sama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional.
Menurut Kementerian Luar Negeri (MOFA), pernyataan tersebut disampaikan Lin dalam wawancara dengan The Japan Times yang dimuat pada edisi 5 Maret. Beragam topik dibahas dalam wawancara tersebut, mulai dari konsep “one-theater”, kerja sama keamanan Taiwan-AS, hingga kerja sama Taiwan-Jepang dalam industri pertahanan.
Dalam keterangannya, Lin Chia-lung menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir Tiongkok terus memperluas penempatan militer di Laut Tiongkok Timur, Laut Tiongkok Selatan, dan Selat Taiwan. Namun demikian, Taiwan hingga kini belum secara institusional dimasukkan ke dalam kerangka Rantai Pulau Pertama. Ia menambahkan bahwa tanpa keterlibatan Taiwan, akan sulit membangun jaringan keamanan yang kuat dan efektif di kawasan Indo-Pasifik.
Lin Chia-lung juga menjelaskan lebih lanjut mengenai konsep “one-theater”, dengan menyatakan bahwa apabila salah satu bagian dari rantai pulau tersebut mengalami krisis, negara-negara tetangga lainnya juga akan terdampak. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme berbagi intelijen, latihan militer bersama, serta perencanaan respons untuk meningkatkan daya tangkal secara keseluruhan.
Mengenai hubungan Taiwan-Amerika Serikat, Lin Chia-lung mengatakan bahwa AS terus memberikan dukungan terhadap keamanan Taiwan, sebagaimana tercermin dari persetujuan terbaru paket penjualan senjata senilai sekitar USD 11 miliar. Penjualan tersebut memperkuat kemampuan pertahanan diri Taiwan sekaligus menjaga keseimbangan militer regional.
Terkait peran Jepang, Lin Chia-lung kembali mengucapkan selamat kepada Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, atas keberhasilan partainya dalam pemilihan umum pada 8 Februari lalu. Ia juga menyambut baik kemajuan Jepang dalam pengembangan industri pertahanan, yang dinilai turut memperkuat kemampuan daya tangkal secara keseluruhan di kawasan Rantai Pulau Pertama.