Presiden Lai Ching-te menegaskan bahwa Taiwan berkomitmen untuk memanfaatkan keunggulan gabungan dalam demokrasi, ekonomi, dan teknologi bersama para mitra sehaluan untuk membangun rantai pasokan yang lebih tangguh serta secara kolektif mendukung dan memperluas perdamaian dan kemakmuran, Senin, 16 Maret 2026.
Presiden Lai menyampaikan pernyataan tersebut dalam Forum Yushan ke-9 yang diselenggarakan di Taipei oleh Kementerian Luar Negeri (MOFA) dan Taiwan Asia Exchange Foundation. Acara dua hari ini dihadiri oleh para pemimpin politik dan ekonomi global dari 22 negara, termasuk mantan Presiden Polandia Lech Wałęsa dan mantan Perdana Menteri Fiji Mahendra Chaudhry.
Sejalan dengan tema tahun ini, yaitu “Prospek Kemitraan Indo-Pasifik: Nilai, Teknologi, dan Ketangguhan Taiwan” Presiden Lai mengatakan bahwa Taiwan akan terus meningkatkan hubungan kemitraan dengan negara-negara mitra Kebijakan Baru Arah Selatan (Newsouthbound Policy, NSP) serta negara kawasan Indo-Pasifik lainnya, juga dengan negara-negara demokrasi di seluruh dunia demi mendorong masa depan yang sejahtera.
Presiden Lai menegaskan bahwa Taiwan berkomitmen untuk menyatukan negara-negara demokrasi dalam melindungi mitra sehaluan dari ancaman ekspansi otoritarianisme. Taiwan telah mengurangi ketergantungan pada pasar Tiongkok, dan investasi perusahaan Taiwan di negara-negara Uni Eropa telah meningkat sebesar 650 persen dalam satu dekade terakhir, sementara ekspor ke Amerika Serikat tumbuh 78 persen pada tahun lalu. Angka tersebut menjadikan AS sebagai pasar ekspor terbesar Taiwan. Data ini mencerminkan upaya Taiwan dalam melakukan diversifikasi pasar serta memperdalam hubungan perdagangan internasional.
Sebagai pusat manufaktur semikonduktor canggih terkemuka dunia dan memiliki kemampuan desain sirkuit terpadu (IC) yang solid, Taiwan memainkan peran penting dalam membangun rantai pasokan semikonduktor global non-merah serta memimpin pengembangan teknologi internasional.
Presiden Lai juga menegaskan bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat penting bagi keamanan dan kemakmuran global. Ia berjanji akan bekerja sama dengan negara-negara demokrasi untuk mencapai tujuan tersebut melalui persatuan. Taiwan bersedia berbagi pengalaman dan memberikan kontribusi kepada negara lain.
Pemerintah telah mengusulkan anggaran pertahanan khusus dan meningkatkan belanja pertahanan hingga 3,32 persen dari produk domestik bruto tahun ini, serta mempercepat pengembangan kemampuan pertahanan asimetris, memperkuat pertahanan dan ketahanan seluruh masyarakat untuk merespons berbagai ancaman dan tantangan.