Forum Yushan 2026 resmi berakhir pada 17 Maret di Taipei. Tahun ini forum tersebut menyoroti demokrasi Taiwan yang dinamis serta nilai-nilai kebebasan dan keterbukaan.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) menjelaskan salah satu pembahasan utama pada hari kedua adalah Dialog Prospek Indo-Pasifik, yang membahas bagaimana Taiwan dapat mendorong kemakmuran bersama di tengah persaingan geostrategis.
Acara tersebut dimoderatori oleh Wakil Menteri Luar Negeri Chen Ming-chi dan menghadirkan sejumlah tokoh terkemuka, termasuk Ashok Malik, mantan penasihat kebijakan sekaligus sekretaris tambahan di Kementerian Luar Negeri India; Yim Sung-joon, mantan penasihat keamanan nasional Korea Selatan; serta Lim Biow-chuan, mantan wakil ketua parlemen Singapura.
Para mantan pejabat dan pakar lembaga pemikir yang hadir sepakat bahwa meskipun persaingan geostrategis membawa risiko, kondisi ini juga menegaskan pentingnya keberadaan mitra yang dapat dipercaya. Mereka menambahkan bahwa melibatkan Taiwan sebagai mitra kerja sama dalam keamanan regional, pasar terbuka, dan kompetisi ekonomi merupakan langkah penting untuk menciptakan siklus kebajikan yang aman dan sejahtera.
Dalam jamuan makan siang pada hari yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Ger Bau-shuan merangkum poin-poin utama dari agenda hari pertama, dan menekankan bahwa penguatan ketahanan rantai pasok demokratis merupakan “cara terbaik dan satu-satunya” untuk menghadapi ekspansi otoritarianisme.
Dalam pidato utama, Isa Kahraman, mantan ketua Komite Pertahanan Nasional Parlemen Belanda, serta Shaurya Doval, pendiri India Foundation, menyampaikan bahwa ketahanan ekonomi berakar pada inovasi teknologi. Mereka juga mendorong negara masing-masing untuk memperluas kerja sama dengan Taiwan dalam rantai pasok semikonduktor dan kecerdasan buatan.
MOFA menyatakan bahwa Presiden Lai Ching-te juga menerima sejumlah tamu Yushan Forum di Istana Kepresidenan dan menekankan pentingnya forum ini sebagai platform global untuk membahas tantangan serta merumuskan solusi jangka panjang. Para peserta juga menunjukkan minat besar terhadap strategi kebijakan luar negeri jangka panjang Taiwan.