Wakil Presiden Hsiao Bi-khim menegaskan komitmen pemerintah untuk terus membangun ketahanan pertahanan seluruh masyarakat Taiwan, serta menyatakan harapannya tentang peningkatan kerja sama antara sektor publik dan swasta untuk memperkuat negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Wapres Hsiao Bi-khim saat menghadiri Konvensi Pertahanan Sipil Taiwan pada 28 Maret di Taipei. Acara dua hari tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Pertahanan Sipil Kuma dan Liga Demokratik Liberal Ukraina, dan diikuti oleh sekitar 1.000 perwakilan pemerintah dan pakar dari dalam dan luar negeri.
Wapres Hsiao mengatakan bahwa invasi Rusia ke Ukraina telah mengguncang tatanan global, dan dari peristiwa tersebut Taiwan belajar bahwa demokrasi harus dilindungi. Perang tersebut menunjukkan bahwa dalam menghadapi ancaman kompleks, seluruh elemen masyarakat harus dimobilisasi untuk melindungi kebebasan dan demokrasi.
Tema acara ini adalah penguatan ketahanan energi dan sosial dengan tetap menjaga keberlangsungan komunikasi, operasional pemerintahan, serta infrastruktur dalam situasi darurat. Kerja sama antara sektor publik dan swasta merupakan kunci dalam membangun ketahanan pertahanan berbasis seluruh masyarakat.
Wapres Hsiao lebih lanjut menegaskan bahwa hanya kekuatan yang dapat melindungi demokrasi dan kebebasan, dan hal tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata seperti pengesahan anggaran khusus pertahanan. Anggaran tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas teknologi pertahanan dalam negeri, termasuk pengadaan senjata dan peralatan konvensional.
Penggunaan drone akan memainkan peran penting dalam keamanan dan pertahanan nasional di masa depan, dengan garis depan yang mencakup wilayah laut, udara, darat, ruang siber, hingga luar angkasa. Untuk itu, anggaran khusus pertahanan difokuskan pada integrasi informasi dan penerapan teknologi, serta pembangunan menyeluruh demi mendukung ketahanan masyarakat secara keseluruhan.
Wapres Hsiao menyebut bahwa ketahanan berbasis seluruh masyarakat mencakup aspek komunikasi, energi dan infrastruktur, keamanan informasi dan keuangan, serta pelatihan sipil yang disediakan oleh Kuma Academy. Ia menutup sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada kelompok pertahanan sipil serta para mitra dari dalam dan luar negeri atas dukungan mereka terhadap acara tersebut serta upaya meningkatkan kesadaran publik sebagai ajakan untuk bertindak.
Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung turut hadir dalam kegiatan ini dan menyatakan bahwa Taiwan bertekad untuk mendukung Ukraina. Taiwan bersedia berbagi pengalaman dalam reformasi politik dan ekonomi, pengembangan industri teknologi tinggi, serta cara membangun rantai pasok demokratis global yang terhubung dengan Ukraina dan dunia. Ia juga menegaskan bahwa Taiwan akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk bersama-sama menjaga kebebasan dan demokrasi.