Presiden Lai Ching-te menyatakan bahwa Taiwan berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dengan Uni Eropa di sektor industri strategis utama serta bersama-sama melindungi nilai-nilai universal demokrasi, kebebasan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, Selasa, 31 Maret 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Lai saat menerima kunjungan delegasi Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Eropa yang dipimpin oleh Marie-Agnes Strack-Zimmermann. Kunjungan ini merupakan lawatan resmi perdana ke Taiwan sejak badan tersebut ditingkatkan statusnya menjadi komisi penuh pada tahun lalu.
Presiden Lai mengucapkan terima kasih atas dukungan Parlemen Eropa terhadap Taiwan, dan menyinggung resolusi tentang laporan tahunan pelaksanaan Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Bersama Uni Eropa serta Kebijakan Keamanan dan Pertahanan Bersama yang disahkan pada bulan Januari. Resolusi tersebut memuat penolakan terhadap penafsiran keliru Tiongkok atas Resolusi 2758 serta upaya sepihak mengubah status quo di Selat Taiwan melalui kekuatan atau paksaan.
Dalam menghadapi ekspansi otoritarianisme, Taiwan hanya dapat menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan dengan memperkuat kemampuan pertahanan diri, meningkatkan ketahanan seluruh lapisan masyarakat, serta meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra sehaluan. Presiden Lai menjelaskan bahwa pemerintah tengah memajukan penelitian dan pengembangan teknologi utama seperti pesawat, kapal, dan drone buatan dalam negeri, serta telah mengusulkan rancangan undang-undang anggaran pertahanan khusus sebesar USD 40 miliar. Anggaran pertahanan nasional diperkirakan mencapai 3,32 persen dari produk domestik bruto tahun ini.
Presiden Lai juga menyebutkan bahwa Komisi Ketahanan Pertahanan Seluruh Masyarakat dibentuk setelah ia menjabat untuk meningkatkan kemampuan Taiwan dalam merespons risiko dan krisis. Ia menegaskan kesiapan Taiwan untuk berbagi pengalaman dalam menghadapi ekspansi otoritarian dengan Uni Eropa dan mitra lainnya demi menjaga perdamaian kawasan.
Menutup pernyataannya, Lai menyampaikan harapannya untuk mempererat kolaborasi antara Taiwan dan Uni Eropa di sektor industri strategis utama, termasuk drone, semikonduktor, keamanan siber, dan ruang angkasa, serta berkomitmen membangun rantai pasok domestik yang andal, tangguh, dan aman.
Menanggapi hal tersebut, Strack-Zimmermann menyampaikan pandangan serupa terkait perluasan kerja sama di sektor-sektor tersebut. Ia menyatakan bahwa komite bertujuan memperkuat kolaborasi dan menggambarkan Taiwan sebagai mitra ekonomi dan teknologi penting bagi Uni Eropa serta anggota kunci dalam sistem perdagangan global.
Ia menambahkan bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan memiliki relevansi langsung terhadap keamanan dan kemakmuran Eropa. Negara-negara Eropa, lanjutnya, mendukung stabilitas dan dialog serta menentang paksaan dan perubahan sepihak terhadap status quo melalui penggunaan kekuatan.