Menlu Lin Chia-lung menghadiri forum “Perisai Demokrasi: Forum Kerja Sama Ketahanan Seluruh Masyarakat di Rantai Pulau Pertama”, Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh para pakar pertahanan dan studi strategis dari Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina, termasuk mantan Komandan Angkatan Darat Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat, Charles A. Flynn.
Dalam pidatonya Menlu Lin menegaskan bahwa Rantai Pulau Pertama harus dipandang sebagai “satu medan operasi”. Dalam menghadapi tekanan militer, intimidasi zona abu-abu, perang kognitif, serta koersi ekonomi dari Tiongkok, membangun “Perisai Demokrasi” berbasis kerja sama kolektif di sepanjang rantai tersebut menjadi prioritas utama.
Menlu Lin juga menyoroti bahwa sistem kendaraan nirawak merupakan elemen penting dalam membangun “Perisai Demokrasi” sekaligus kunci pengembangan strategi asimetris. Taiwan perlu berupaya menjadi pusat kawasan Indo-Pasifik untuk sistem nirawak, sekaligus berperan sebagai simpul utama dalam rantai pasok demokratis, pelopor inovasi kelembagaan, serta platform internasional untuk pelatihan dan pembangunan kapasitas.
Taiwan akan bekerja sama dengan negara-negara sehaluan seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina untuk membangun mekanisme ketahanan yang dapat dipercaya serta rantai pasok non-merah yang terintegrasi.
“Perisai Demokrasi” bukanlah sebuah tembok, melainkan jaringan yang saling terhubung, sebuah kerangka ketahanan dinamis yang ditopang oleh penempatan garis depan, sistem nirawak, dan rantai pasok demokratis. Melalui konsep ini, negara-negara diharapkan dapat mengubah gagasan “satu medan operasi” menjadi tindakan konkret, serta mentransformasi Rantai Pulau Pertama dari garis depan menjadi kawasan yang stabil, kooperatif, dan menjunjung kebebasan.