Presiden Lai Ching-te menghadiri peresmian Pusat Nasional untuk Robotika AI, Jumat, 10 April 2026 di Tainan, dan menyatakan bahwa pendirian pusat tersebut merupakan langkah krusial dalam mewujudkan Taiwan sebagai pulau teknologi pintar.
Presiden Lai dalam pidato sambutannya menambahkan bahwa Sepuluh Proyek Infrastruktur AI Utama yang dicanangkan pemerintah dirancang untuk merespons era kecerdasan buatan sekaligus memastikan daya saing generasi mendatang Taiwan. Tiga teknologi kunci yang menjadi fokus, antara lain komputasi kuantum, robotika, dan fotonika silikon.
Tujuan dari proyek infrastruktur tersebut mencakup penciptaan dan perluasan ekosistem startup AI, percepatan transformasi digital bagi usaha kecil, mikro, dan menengah, serta integrasi AI ke dalam kehidupan sehari-hari. Fasilitas ini merupakan pusat riset yang tidak hanya mendorong kemajuan akademik, tetapi juga menghasilkan penerapan praktis, serta menekankan pentingnya peningkatan kemampuan Taiwan dalam mengintegrasikan teknologi robotika di berbagai sektor, seperti kuliner, manufaktur, dan perawatan jangka panjang.
Presiden Lai juga menyampaikan harapannya agar fasilitas ini mampu menarik talenta lintas disiplin, mengingat robotika berbasis AI membutuhkan keahlian di bidang etika dan hukum, ilmu komputer dan teknik elektro, ilmu material, desain, serta bidang lainnya. Ia juga mendukung kerja sama erat antara pusat tersebut dan institusi pendidikan tinggi untuk membina keterampilan yang dibutuhkan oleh generasi saat ini maupun mendatang.
Seiring dengan semakin luasnya penerapan AI dan robot dalam kehidupan masyarakat, isu keamanan informasi dan perlindungan privasi menjadi semakin penting. Presiden Lai menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat tata kelola data dan ketahanan informasi, agar robot buatan Taiwan dapat diterima di pasar global sebagai teknologi yang andal dan terpercaya.