Taiwan dan AS menyelenggarakan seminar GCTF Melindungi Infrastruktur Kritis Ditengah Perang Siber di Ottawa, Selasa, 14 April 2026.
Seminar ini diselenggarakan bersama oleh Kantor Perwakilan Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Kanada (TECO) dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ottawa, dan mempertemukan pejabat serta pakar keamanan siber dari Taiwan, Australia, Kanada, Estonia, Finlandia, Jepang, Lithuania, dan Amerika Serikat untuk membahas tata kelola siber, tantangan yang ditimbulkan oleh teknologi baru, serta keamanan kabel bawah laut.
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 pejabat Kanada, anggota parlemen, akademisi, serta delegasi diplomatik dari 20 negara.
Kepala TECO di Kanada Tseng Ho-jen; Duta Besar AS untuk Kanada Pete Hoekstra; Komisaris Tinggi Australia untuk Kanada Kate Logan; Menteri sekaligus Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Kanada Hideaki Ishii; serta Wakil Komisaris Tinggi Inggris untuk Kanada Dave Prodger menyampaikan sambutan dalam acara tersebut. Sementara itu, John Mills, Deputi Asisten Menteri pada Biro Kebijakan Siber dan Digital Departemen Luar Negeri AS, menyampaikan pidato kunci.
Tseng Ho-jen menjelaskan ketahanan siber merupakan elemen penting dalam keamanan nasional. Menghadapi lebih dari 2,5 juta serangan siber setiap hari, Taiwan terus memperkuat perlindungan infrastruktur kritis melalui pendekatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Tseng Ho-jen juga menekankan bahwa kabel bawah laut mentransmisikan 99 persen data dunia. Ia turut mempromosikan Inisiatif Manajemen Risiko pada Kabel Bawah Laut Internasional yang diusulkan Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung, serta mendorong mitra-mitra sehaluan untuk memperdalam kerja sama.
Sejak diluncurkan pada 2015 oleh Taiwan dan Amerika Serikat, GCTF telah menjadi platform penting dalam memfasilitasi diskusi solusi atas berbagai isu global. Kementerian Luar Negeri (MOFA) menambahkan bahwa kegiatan di Ottawa ini menunjukkan pentingnya ketahanan infrastruktur kritis bagi negara-negara peserta, sekaligus menegaskan komitmen Taiwan untuk bekerja sama dengan negara-negara mitra dalam menjaga keamanan digital global.