14/05/2026

Taiwan Today

Politik

Wamenlu Wu Chih-chung: Selat Taiwan Memiliki Kepentingan Strategis yang Sebanding dengan Selat Hormuz

04/05/2026
Wamenlu Wu Chih-chung: Selat Taiwan Memiliki Kepentingan Strategis yang Sebanding dengan Selat Hormuz
Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung menyatakan bahwa Taiwan berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara-negara sehaluan untuk melindungi perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik serta di seluruh dunia.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Wamenlu Wu Chih-chung dalam wawancara eksklusif via telepon untuk sebuah program yang disiarkan oleh jaringan berita Radio France Internationale.
 
Dalam wawancara tersebut, Wu Chih-chung menyoroti bahwa volume pengiriman kontainer yang melintasi Selat Taiwan melebihi Terusan Panama maupun Terusan Suez, serta memiliki kepentingan strategis yang sebanding dengan Selat Hormuz. Ia menambahkan bahwa mempertahankan status quo lintas selat sejalan dengan kepentingan bersama komunitas internasional.
 
Lebih lanjut, Wu Chih-chung mengatakan bahwa partisipasi Jepang dalam latihan regional bersama mitra Indo-Pasifik mencerminkan meningkatnya kerja sama yang telah mendorong terbentuknya jaringan keamanan untuk menjaga status quo regional.
 
Wu Chih-chung juga menegaskan kembali bahwa Taiwan terbuka untuk berdialog dengan Tiongkok, namun dengan tegas menolak prasyarat politik apa pun yang ditetapkan oleh Beijing, seperti penerimaan terhadap “prinsip satu China”. Menerima prinsip tersebut berarti mengakui Taiwan sebagai bagian dari Tiongkok, yang akan mengubah pembahasan mengenai Selat Taiwan menjadi semata-mata urusan domestik Tiongkok serta melemahkan dukungan internasional bagi Taiwan.
 
Menanggapi pertanyaan mengenai penundaan kunjungan Presiden Lai Ching-te ke Eswatini, Wu Chih-chung menyatakan bahwa Tiongkok telah memperluas upaya penekanan terhadap Taiwan hingga ke ruang udara internasional dan melanggar kebebasan penerbangan internasional. Jika komunitas internasional membiarkan intervensi politik semacam ini, hal tersebut dapat menjadi preseden buruk bagi tatanan penerbangan global dan berdampak pada kepentingan bersama dunia.

Terpopuler

Terbaru