Presiden Lai Ching-te menerima kunjungan delegasi Parlemen Israel beranggotakan lima orang yang dipimpin oleh Mickey Levy di Istana Kepresidenan, Selasa, 5 Mei 2026.
Presiden Lai mengucapkan terima kasih kepada Mickey Levy dan para anggota delegasi atas dukungan mereka terhadap partisipasi internasional Taiwan. Ia juga memuji pengalaman luas Israel dalam mobilisasi pertahanan sipil, respons darurat, serta layanan medis selama konflik, sekaligus menyoroti ketangguhan dan persatuan masyarakatnya.
Presiden Lai Ching-te menyatakan harapannya untuk memperdalam hubungan kemitraan dengan Israel melalui perluasan pertukaran dan kerja sama yang lebih beragam untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi komunitas internasional.
Taiwan berharap dapat memperluas kerja sama dengan Israel di bidang pengembangan digital, penanggulangan kejahatan lintas negara, serta mendorong keberlanjutan. Taiwan dan Israel telah menandatangani dua MOU pada tahun lalu terkait kerja sama kekayaan intelektual dan jalur percepatan pemeriksaan paten untuk mendorong perkembangan industri secara timbal balik.
Menyoroti keunggulan Israel dalam penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan serta upaya Taiwan dalam mendorong Sepuluh Proyek Infrastruktur AI Utama, Presiden Lai mengatakan kedua pihak dapat bersama-sama menghadapi tantangan yang muncul di era kecerdasan buatan. Ia menambahkan bahwa kerja sama tersebut akan membantu memperkuat ketahanan rantai pasok.
Mickey Levy menyatakan bahwa tujuan kunjungannya kali ini adalah untuk menunjukkan eratnya hubungan Israel dengan Taiwan. Ia juga mencatat bahwa Taiwan merupakan salah satu negara pertama yang menyatakan dukungan kepada Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) menerangkan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung telah menyelenggarakan resepsi penyambutan untuk delegasi tersebut sehari sebelumnya, serta menyampaikan apresiasi atas dukungan kuat mereka terhadap hubungan Taiwan-Israel.
MOFA menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir Taiwan dan Israel telah memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertukaran akademik, pertanian, dan kesehatan, dengan penandatanganan lebih dari 36 perjanjian dan MOU.