Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung menjelaskan bahwa selain terus meningkatkan tekanan militer terhadap Taiwan, Beijing juga berupaya memecah belah masyarakat Taiwan melalui serangan siber berskala besar dan operasi informasi.
Pernyataan ini disampaikan oleh Wu Chih-chung dalam wawancara eksklusif untuk program “Galileo X-Plorer” stasiun televisi Jerman “ProSieben”, 6 Maret 2026. Dalam wawancara tersebut, Wu Chih-chung juga menjelaskan peran kunci Taiwan dalam rantai pasok teknologi tinggi global, pentingnya perdamaian di Selat Taiwan bagi perekonomian dunia, serta tantangan yang dihadapi Taiwan saat ini, termasuk ancaman militer, serangan siber, dan disinformasi yang dilancarkan Tiongkok.
Wu Chih-chung lebih lanjut menjelaskan Taiwan menerapkan konsep penangkalan “Not Today Policy” dengan memperkuat kemampuan pertahanan diri, mendorong kekuatan militer utama dunia untuk terus mempertahankan kehadiran di kawasan Indo-Pasifik, serta secara aktif menggalang dukungan masyarakat internasional agar Beijing menyadari bahwa penggunaan kekuatan militer terhadap Taiwan bukanlah pilihan yang tepat.
Taiwan memproduksi sekitar 60 hingga 70 persen semikonduktor dunia dan lebih dari 90 persen chip mutakhir. Produksi chip mutakhir yang terkait dengan kecerdasan buatan bahkan sangat terkonsentrasi di Taiwan, sehingga memiliki posisi yang tidak tergantikan.
Ekosistem industri semikonduktor Taiwan yang lengkap dan kapasitas produksi chip tidak hanya menopang perkembangan teknologi dunia, tetapi juga berkaitan erat dengan masa depan negara-negara demokrasi.
Selain itu, Wu Chih-chung juga menjelaskan bahwa industri semikonduktor sangat bergantung pada kerja sama lintas negara. Sebagai contoh, investasi TSMC di Jerman tetap memerlukan dukungan teknologi penting dari perusahaan Belanda ASML dan perusahaan Jerman Carl Zeiss AG.
Menurut Wu, apabila terjadi konflik di Selat Taiwan yang menyebabkan terganggunya pasokan chip canggih, kondisi tersebut akan memberikan dampak serius terhadap industri penerbangan, layanan medis tingkat lanjut, server, dan berbagai sektor strategis lainnya, sekaligus mengganggu stabilitas ekonomi global.