Presiden Lai Ching-te menerima kunjungan delegasi Ketua Asosiai Pertukaran Jepang-Taiwan (JTEA) Shuzo Sumi di Istana Kepresidenan, dan menyatakan harapannya untuk semakin memperdalam hubungan kemitraan dengan Jepang di bidang ekonomi, perdagangan, dan perdamaian kawasan, Rabu, 6 Mei 2026.
Presiden Lai menuturkan bahwa JTEA dan Asosiasi Hubungan Taiwan-Jepang (TJRA) selama ini memainkan peran penting dalam mendorong pertukaran bilateral. Hal ini tercermin dari penandatanganan lebih dari 100 MOU kerja sama di bidang budaya, ekonomi, pendidikan, olahraga, dan perdagangan.
Pada bulan Desember tahun lalu Shuzo Sumi juga memimpin delegasi ke Taiwan untuk menghadiri Konferensi Ekonomi dan Perdagangan Taiwan-Jepang serta menandatangani perjanjian kerja sama perdagangan .
Presiden Lai mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Jepang atas penegasan berulang mengenai pentingnya perdamaian di Selat Taiwan dalam berbagai forum internasional. Ia menyoroti lembar fakta yang dirilis seusai pertemuan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 Maret.
Presiden Lai juga memuji dukungan kuat Jepang terhadap keselamatan penerbangan internasional menyusul gangguan yang dilakukan Tiongkok terhadap rencana kunjungan Taiwan ke Eswatini pada April lalu.
Presiden Lai menyampaikan kekagumannya terhadap visi PM Sanae Takaichi mengenai strategi Indo-Pasifik Bebas dan Terbuka yang diperbarui, yang bertujuan mendorong penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan, kerja sama keamanan, serta ketahanan rantai pasok.
Shuzo Sumi dalam tanggapannya menyebut pertemuan PM Sanae Takaichi dengan Chairman TSMC C.C. Wei pada Februari lalu sebagai contoh nyata kerja sama kedua pihak. Dalam pertemuan tersebut diumumkan bahwa Japan Advanced Semiconductor Manufacturing yang berbasis di Kumamoto akan mulai memproduksi cip 3 nanometer pada 2028.