Presiden Lai Ching-te menyampaikan pidato melalui video dalam acara Copenhagen Democracy Summit 2026 atas undangan Yayasan Aliansi Demokrasi (AoD), Selasa, 12 Mei 2026.
Dalam pidatonya, Presiden Lai mengatakan bahwa tidak ada negara demokrasi yang dapat tinggal diam menghadapi meluasnya otoritarianisme. Ia menegaskan bahwa hanya melalui persatuan negara-negara demokrasi di seluruh barulah garis pertahanan yang lebih tangguh bagi dunia bebas dapat dibangun .
Taiwan akan terus meningkatkan kemampuan pertahanannya sendiri serta berupaya menjaga perdamaian dan stabilitas regional. Pada saat yang sama Taiwan juga akan bekerja sama dengan negara-negara lain untuk memperkuat ketahanan pertahanan seluruh lapisan masyarakat.
Presiden Lai menegaskan bahwa Taiwan adalah negara yang berdaulat dan merdeka, rakyat Taiwan memiliki hak penuh untuk berinteraksi dengan komunitas internasional dan mampu memberikan kontribusi nyata kepada dunia.
Segala upaya untuk mengisolasi Taiwan tidak akan mengubah tekad untuk berpartisipasi dalam komunitas internasional. Sebaliknya, Taiwan akan terus menjadi kekuatan positif bagi dunia dan semakin bersinar di panggung internasional.
Terletak di posisi strategis dalam rantai pulau pertama, Taiwan berdiri di garis depan dalam mempertahankan demokrasi. Presiden Lai mengatakan bahwa Taiwan bersedia berbagi pengalaman dengan komunitas internasional dalam menghadapi kekuatan-kekuatan otoriter.
Terkait isu-isu yang menjadi perhatian dalam forum tersebut, baik penguatan ketahanan pertahanan, perlindungan perdagangan bebas global, maupun pengembangan teknologi yang mendukung demokrasi, Presiden Lai menegaskan bahwa Taiwan memiliki tekad dan kemampuan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar kepada dunia.
Industri semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) Taiwan yang memimpin dunia dibangun selama puluhan tahun melalui kepercayaan yang mendalam dan berkelanjutan, serta terjalin lewat kerja sama erat dengan Amerika Serikat, Jepang, Eropa, dan banyak mitra demokrasi lainnya.