Delegasi media internasional mengunjungi Taiwan pada tanggal 17 hingga 23 Mei untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai pencapaian negara tersebut dalam tata kelola demokratis, ketahanan masyarakat, inovasi teknologi, serta situasi Selat Taiwan.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyatakan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung dan Chen Ming-chi bersama-sama menjadi tuan rumah resepsi bagi delegasi tersebut pada 21 Mei di Taipei. Rombongan terdiri dari 15 perwakilan media dari 12 negara di Afrika, Eropa, Asia-Pasifik, Amerika, dan Timur Tengah.
Dalam sambutannya, Wu Chih-chung menegaskan bahwa Taiwan memiliki kepentingan dan nilai-nilai yang sama dengan komunitas internasional serta memegang peran penting dalam rantai pasok semikonduktor dan produksi cip yang mendukung perkembangan kecerdasan buatan (AI). Ia menegaskan bahwa Taiwan berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra-mitra sehaluan untuk mendorong perdamaian regional dan kemakmuran global.
Sementara itu, Chen Ming-chi mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir Tiongkok berupaya mengubah status quo di Selat Taiwan melalui tekanan diplomatik, informasi, dan militer, yang menimbulkan ancaman serius terhadap stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Ia menegaskan bahwa posisi strategis Taiwan sangat penting dalam menjaga keamanan kawasan tersebut.
Dalam kunjungan ini, para anggota delegasi mengunjungi berbagai organisasi masyarakat sipil, lembaga pemerintah, dan lembaga pemikir. Kunjungan tersebut mencakup Institut Penelitian Teknologi Industri (ITRI) di Kabupaten Hsinchu, Badan Antariksa Taiwan (TASA) di Kota Hsinchu, Thunder Tiger Corp. di Kota Taichung, Acer Medical di New Taipei, serta Advantech Co. dan Taiwan Design Research Institute di Taipei.
Setelah kunjungan berakhir, sejumlah laporan diterbitkan oleh berbagai media di Belgia, Kanada, Prancis, Italia, Somaliland, dan Thailand. Laporan-laporan tersebut menyoroti berbagai isu, termasuk upaya Taiwan dalam memajukan industri pesawat nirawak dan pengembangan layanan kesehatan cerdas.