Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung mengatakan bahwa Taiwan berkomitmen untuk memperluas kerja sama dengan Eropa untuk bersama-sama menghadapi tantangan keamanan global.
Wamenlu Wu Chih-chung menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara eksklusif yang dilakukan secara daring dengan Giulia Pompili untuk sebuah artikel yang diterbitkan pada 3 Juni di surat kabar Italia Il Foglio.
Wu Chih-chung mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir Taiwan terus memperluas kerja sama perdagangan dengan mitra-mitra sehaluan, termasuk Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat. Hal ini tercermin dari berbagai proyek investasi besar yang dilakukan perusahaan-perusahaan Taiwan di Prancis, Jerman, dan Italia.
Kinerja ekonomi Taiwan yang kuat, institusi demokrasi yang dinamis, serta peran penting dalam industri semikonduktor dan teknologi tinggi global, telah menjadikan peningkatan hubungan bilateral secara berkelanjutan sebagai kepentingan bersama bagi Taiwan dan negara-negara mitra.
Wu Chih-chung lebih lanjut menjelaskan bahwa Taiwan telah mengamati pentingnya penggunaan drone dalam sistem pertahanan modern melalui konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung, dan saat ini tengah mempelajari pengalaman Ukraina dalam mengembangkan industri drone domestik.
Menanggapi laporan yang menyebutkan bahwa Ukraina menyampaikan kekhawatiran terkait komponen dan suku cadang asal Taiwan yang ditemukan pada drone Rusia, Wu Chih-chung menegaskan kembali bahwa Taiwan selalu mematuhi peraturan pengendalian ekspor yang ditetapkan oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat. Ia menambahkan bahwa Taiwan berharap dapat membahas isu tersebut dengan Ukraina untuk mencegah komponen dan suku cadang sensitif jatuh ke tangan Rusia.
Wu Chih-chung menegaskan bahwa Taiwan akan terus mendukung Ukraina sekaligus memperkuat kerja sama dengan negara-negara sehaluan untuk meningkatkan ketahanan mitra-mitra demokrasi di seluruh dunia.