Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung menerima kunjungan delegasi Majelis Nasional Prancis yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi Urusan Luar Negeri Estelle Youssouffa. Dalam pertemuan tersebut Menlu Lin Chia-lung dan para anggota delegasi membahas hubungan bilateral serta peluang kerja sama di masa depan.
Menlu Lin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan parlemen Prancis atas dukungan jangka panjang terhadap Taiwan. Ia juga menyoroti sejumlah resolusi dukungan terhadap Taiwan yang telah disahkan parlemen Prancis, serta komitmen Prancis dalam mempertahankan kebebasan bernavigasi di Selat Taiwan yang tercantum dalam Undang-Undang Program Militer Prancis 2024-2030.
Prancis merupakan mitra strategis potensial dalam pelaksanaan inisiatif Lima Sektor Industri Tepercaya Taiwan. Menlu Lin menegaskan bahwa Taiwan berkomitmen untuk memperdalam kerja sama dengan Prancis di berbagai bidang, termasuk kedirgantaraan, ekonomi, energi, komunikasi satelit, dan perdagangan. Peran penting Taiwan dalam sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor global menjadikan Taiwan sebagai mitra yang andal bagi Eropa dalam mendorong kebijakan reindustrialisasi dan penguatan pertahanan.
Estelle Youssouffa menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Taiwan atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Mayotte, kampung halamannya sekaligus departemen luar negeri Prancis yang terletak di lepas pantai Afrika Tenggara, dalam upaya rekonstruksi setelah pulau tersebut dilanda topan pada 2024. Ia juga mengundang lebih banyak perusahaan Taiwan untuk berinvestasi di Mayotte untuk menjangkau pasar Afrika, serta menegaskan kembali bahwa Prancis sangat menghargai perdamaian, stabilitas, dan kebebasan navigasi di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam resepsi penyambutan, Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung menyampaikan bahwa ekspor drone Taiwan ke Eropa pada 2025 meningkat lebih dari 40 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Volume ekspor pada kuartal pertama tahun ini telah melampaui total ekspor sepanjang tahun lalu, yang menunjukkan prospek cerah bagi kerja sama Taiwan dan Prancis di sektor drone.
Wu Chih-chung juga menegaskan bahwa kedua negara menjunjung nilai-nilai kebebasan, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta menekankan pentingnya persatuan negara-negara demokratis dalam menghadapi ekspansi otoritarianisme.
Selama berada di Taiwan, para anggota delegasi dijadwalkan bertemu dengan Wakil Presiden Hsiao Bi-khim dan Ketua Yuan Legislatif Han Kuo-yu. Mereka juga akan mengunjungi sejumlah lembaga pemerintah, termasuk Dewan Urusan Tiongkok Daratan (MAC), serta meninjau berbagai institusi termasuk Taman Iptek Hsinchu.