Presiden Lai Ching-te pada 1 Juli menegaskan bahwa Taiwan berkomitmen untuk memperdalam kerja sama dengan Kepulauan Marshall serta bersama-sama memperkuat ketahanan ekonomi dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan lanskap internasional yang berlangsung cepat dan restrukturisasi rantai pasok global.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Lai saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Kepulauan Marshall, Kalani R. Kaneko, di Istana Kepresidenan. Dalam kesempatan itu, Presiden Lai mengucapkan terima kasih kepada Marshall, Kalani R. Kaneko atas dukungan yang telah berlangsung lama terhadap pertukaran bilateral serta partisipasi internasional Taiwan.
Taiwan dan Kepulauan Marshall memiliki ikatan budaya Austronesia serta menjunjung nilai-nilai universal seperti kebebasan, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Kedua belah pihak menjalin kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertanian, adaptasi terhadap perubahan iklim, pendidikan, layanan kesehatan, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan perempuan.
Presiden Lai juga menyinggung kunjungan delegasi bisnis dan perdagangan yang dipimpin Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung ke Kepulauan Marshall pada April lalu sebagai upaya untuk meningkatkan pertukaran industri bilateral.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Lai turut menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan masyarakat Kepulauan Marshall atas kebakaran yang terjadi di Pulau Ebeye pada bulan lalu. Ia menegaskan bahwa selain membantu proses rekonstruksi pascabencana, Taiwan juga siap bekerja sama untuk memperkuat upaya mitigasi bencana dan meningkatkan ketahanan terhadap berbagai risiko.
Menutup sambutannya, Presiden Lai mengatakan bahwa menjelang penyelenggaraan Pacific Islands Forum di Palau pada Agustus mendatang, Taiwan akan terus berkontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran regional dengan dukungan Kepulauan Marshall serta para mitra sehaluan.
Menanggapi hal tersebut, Kalani R. Kaneko menyampaikan bahwa tahun ini menandai peringatan 28 tahun hubungan diplomatik antara Taiwan dan Kepulauan Marshall. Ia menegaskan bahwa dukungan Taiwan memiliki arti yang sangat penting bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Marshall, khususnya di bidang ketahanan terhadap perubahan iklim, pembangunan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Kalani R. Kaneko juga mengucapkan terima kasih kepada Taiwan atas penyediaan kesempatan pendidikan bagi generasi muda Kepulauan Marshall serta pelayanan medis yang diberikan kepada warga negaranya.
Lebih lanjut, Kalani R. Kaneko menegaskan bahwa negaranya akan terus memberikan dukungan kuat terhadap partisipasi bermakna Taiwan di badan-badan khusus PBB serta berbagai organisasi regional dan internasional lainnya.
Ia juga menyerukan agar PBB segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri situasi yang dinilainya tidak adil, yaitu marginalisasi terhadap sekitar 23,6 juta penduduk Taiwan dari berbagai mekanisme dan kegiatan PBB.