Presiden Lai Ching-te menerima kunjungan delegasi anggota National Endowment for Democracy (NED) Amerika Serikat beserta organisasi mitra intinya di Istana Kepresidenan.
Istana Kepresidenan menjelaskan delegasi tersebut dipimpin oleh Presiden sekaligus CEO NED, Damon Wilson, yang melakukan kunjungan kelimanya ke Taiwan sejak 2022. Saat itu, Taiwan menjadi tujuan pertama dalam lawatan perdananya ke Asia setelah menjabat sebagai pimpinan organisasi nonpemerintah yang berkantor pusat di Washington, D.C tersebut.
Dalam sambutannya, Presiden Lai mengatakan bahwa tahun 2026 menandai peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat sekaligus 30 tahun penyelenggaraan pemilihan presiden secara langsung pertama di Taiwan. Meskipun terpisah oleh Samudra Pasifik, Taiwan dan Amerika Serikat dipersatukan oleh nilai-nilai yang dijunjung bersama, seperti kebebasan dan demokrasi, serta terus bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Presiden Lai juga menegaskan bahwa aktivitas militer Tiongkok serta berbagai aksi zona abu-abu di Selat Taiwan dan terhadap negara-negara tetangga telah memberikan dampak serius terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan. Selain itu, praktik represi lintas negara dan pengawasan yang dilakukan Tiongkok dalam skala luas juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat internasional.
Taiwan terus memperkuat kemampuan pertahanan diri sekaligus meningkatkan ketahanan di sektor ekonomi, teknologi, dan energi. Taiwan juga menjalin kerja sama erat dengan Amerika Serikat serta negara-negara mitra demokrasi lainnya. Presiden Lai berharap dapat berbagi pengalaman dengan para delegasi NED untuk meningkatkan kemampuan bersama dalam menghadapi tantangan akibat meluasnya otoritarianisme.
Menanggapi hal tersebut, Damon Wilson memuji Taiwan sebagai salah satu kisah sukses demokrasi paling menonjol di dunia. Menurutnya, rakyat Taiwan telah berhasil membangun demokrasi yang dinamis, menyelenggarakan pemilu yang kompetitif, serta mengembangkan masyarakat sipil yang kuat.
Damon Wilson menambahkan bahwa NED dengan bangga menyambut delegasi dari lebih 70 negara yang berkumpul di Taiwan pekan ini dalam sebuah konferensi tingkat tinggi. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membagikan pengalaman Taiwan dalam memperkuat demokrasi kepada para pegiat demokrasi dari berbagai negara sekaligus mempererat kemitraan internasional dalam memajukan kebebasan.