Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung memimpin resepsi penyambutan bagi delegasi pertama staf parlemen dalam program “European Values in Partnership” (EVIP) 2026. Delegasi tersebut terdiri dari staf parlemen penting dari 13 negara Eropa yang melakukan kunjungan ke Taiwan pada 5 hingga 14 Juli.
Anggota delegasi berasal dari Belgia, Bosnia dan Herzegovina, Finlandia, Prancis, Jerman, Italia, Makedonia Utara, Polandia, Portugal, Rumania, Slovakia, Spanyol, dan Inggris.
Dalam sambutannya, Wu Chih-chung mengatakan bahwa hubungan Taiwan dan Eropa terus berkembang semakin erat, ditandai dengan kemajuan yang stabil dalam kunjungan pejabat tingkat tinggi, pertukaran antarparlemen, serta kerja sama ekonomi dan perdagangan.
Di bidang ekonomi dan perdagangan, nilai perdagangan bilateral antara Taiwan dan Uni Eropa pada 2025 mencapai hampir USD 75 miliar. Eropa juga menjadi salah satu sumber utama investasi asing di Taiwan. Hal tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan antara kedua pihak serta tekad bersama untuk membangun rantai pasok yang tangguh dan tepercaya.
Di tengah tantangan berkelanjutan dari kekuatan otoriter terhadap tatanan internasional serta perdamaian dan stabilitas regional, Taiwan berada di garis depan dalam mempertahankan demokrasi. Taiwan akan terus memperdalam kerja sama dengan mitra-mitra demokratis di Eropa untuk bersama-sama membela nilai-nilai yang dijunjung bersama, termasuk kebebasan, demokrasi, dan supremasi hukum.
Penasihat kebijakan Wakil Ketua Kongres Deputi Spanyol, Belén Montes García, yang menjabat sebagai ketua delegasi mengatakan bahwa meskipun para anggota delegasi berasal dari 13 negara Eropa yang berbeda, mereka memiliki pandangan yang sama yaitu Taiwan dan Eropa merupakan bagian dari komunitas demokrasi yang menjunjung nilai-nilai inti berupa kebebasan, demokrasi, dan supremasi hukum.
Menurut Montes García arti penting suatu negara tidak ditentukan oleh luas wilayahnya, melainkan oleh nilai-nilai yang dipertahankannya serta kontribusinya kepada masyarakat internasional. Taiwan telah menunjukkan bahwa demokrasi, inovasi, dan ketangguhan dapat saling memperkuat, sekaligus membuktikan bahwa perkembangan teknologi dapat berjalan beriringan dengan kebebasan dan kerja sama internasional.
Tahun ini, Kementerian Luar Negeri (MOFA) untuk pertama kalinya bekerja sama dengan Yayasan Kerja Sama dan Pembangunan Internasional (TaiwanICDF) dalam menyelenggarakan program EVIP. Dengan mengusung tema “tata kelola digital”, program tersebut berbagi dengan para staf parlemen Eropa mengenai pencapaian dan pengalaman Taiwan dalam ketangguhan demokrasi, pemerintahan terbuka, partisipasi digital, serta inovasi melalui kemitraan sektor publik dan swasta.