Presiden Lai Ching-te menerima delegasi gabungan dari Japan Forum for Strategic Studies (JFSS) dan Formosa Republican Association (FRA) di Istana Kepresidenan.
Delegasi tersebut terdiri dari Itsunori Onodera, anggota Majelis Rendah Jepang, empat anggota Diet Jepang lainnya, serta Ketua Kehormatan FRA Tommy Lin.
Mewakili pemerintah dan rakyat Taiwan, Presiden Lai menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di Prefektur Kumamoto pada akhir bulan lalu. Ia mengatakan Taiwan dan Jepang selalu saling peduli, mendukung, dan membantu ketika terjadi bencana, yang menurutnya menunjukkan eratnya ikatan antara kedua negara.
Presiden Lai juga menyampaikan apresiasi kepada JFSS dan FRA yang bersama-sama menyelenggarakan simulasi kebijakan politik dan ekonomi perdana untuk mengeksplorasi kerja sama trilateral antara Taiwan, Jepang, dan Amerika Serikat. Simulasi serta diskusi terkait sangat penting dalam menghadapi ekspansi otoritarianisme di dunia.
Taiwan berkomitmen teguh terhadap upaya memperkuat kemampuan pertahanan diri. Presiden Lai mencontohkan anggaran pertahanan Taiwan 2026 yang untuk pertama kalinya melampaui 3 persen dari produk domestik bruto (PDB), serta latihan militer tahunan Han Kuang yang digelar di berbagai wilayah Taiwan hingga 14 Agustus.
Presiden Lai berharap kerja sama Taiwan-Jepang dapat terus diperluas di bidang perdagangan dan keamanan ekonomi, industri teknologi tinggi, serta peningkatan ketahanan sosial, guna turut mendorong terwujudnya kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Menanggapi hal tersebut, Itsunori Onodera mengatakan banyak negara berupaya mengubah status quo dengan menggunakan kekuatan, sebagaimana terlihat dari perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung, berbagai konflik di Timur Tengah, serta aktivitas militer Tiongkok yang kerap terjadi.
Itsunori Onodera menyerukan agar Jepang, Taiwan, dan Amerika Serikat bekerja sama secara erat serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan untuk memastikan perdamaian di Asia Timur. Menurutnya, simulasi kebijakan tersebut merupakan salah satu sarana untuk memperkuat daya tangkal dan dengan demikian menjaga perdamaian kawasan.