Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung melakukan wawancara eksklusif secara daring bersama koresponden media Austria Die Presse, Susanna Bastaroli. Dalam artikel hasil wawancara yang diterbitkan pada 23 September, Wu Chih-chung membahas hubungan Taiwan-AS, kedaulatan dan partisipasi internasional, status quo lintas Selat Taiwan, serta industri semikonduktor.
Wu Chih-chung menyebut Amerika Serikat sebagai salah satu mitra utama Taiwan dalam perdagangan dan industri. Taiwan berinvestasi di AS sekaligus mendukung tujuan AS dalam pengembangan manufaktur semikonduktor.
Wamenlu Wu Chih-chung juga menjelaskan penjualan persenjataan AS kepada Taiwan terus berjalan karena penguatan kemampuan pertahanan diri Taiwan merupakan kepentingan AS, dan kebijakan tersebut mendapat dukungan lintas partai di Kongres AS.
Wu Chih-chung lebih lanjut menegaskan bahwa Taiwan merupakan negara berdaulat dengan pemerintahan yang dipilih secara demokratis, serta memiliki kebijakan, sistem hukum, wilayah dan mata uang sendiri. Ia mengatakan Taiwan membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan negara-negara lain, dan keahlian serta pengalaman yang dimiliki Taiwan dapat memberikan manfaat bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di akhir wawancara Wu Chih-chung menyatakan bahwa Taiwan dan Austria sama-sama merupakan masyarakat demokratis yang menjunjung nilai-nilai bersama. Oleh karena itu, ketika demokrasi global menghadapi berbagai tantangan, pendalaman pertukaran antara kedua pihak menjadi hal yang sangat penting. Taiwan akan terus bekerja sama dengan Eropa, AS, serta negara-negara sehaluan lainnya untuk mempertahankan status quo.