Perdana Menteri Cho Jung-tai menerima kunjungan delegasi US-Taiwan Business Council (USTBC), Selasa, 27 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, PM Cho menyampaikan bahwa Taiwan dan Amerika Serikat baru-baru ini telah mencapai hasil substansial dalam isu tarif resiprokal dan perlakuan terhadap sektor semikonduktor. Taiwan berhasil memperoleh tarif resiprokal sebesar 15 persen serta perlakuan istimewa di bawah Pasal 232, untuk menjaga daya saing Taiwan secara adil dibandingkan negara-negara pesaing.
PM Cho menjelaskan bahwa setelah melalui negosiasi tarif resiprokal selama sembilan setengah bulan, kedua pihak telah meraih capaian konkret pada tahap pertama melalui penandatanganan MOU Kerja Sama Investasi Taiwan-AS.
Berkat upaya bersama tim negosiasi yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun dan Menteri Tanpa Portofolio Yang Jen-ni, Taiwan berhasil mengamankan tarif resiprokal sebesar 15 persen. Hal ini sangat penting untuk mempertahankan posisi kompetitif industri nasional. Selain itu, untuk semikonduktor dan produk turunannya, Taiwan juga memperoleh perlakuan paling menguntungkan berdasarkan Pasal 232 dari Amerika Serikat.
Di bidang kerja sama industri, PM Cho lebih lanjut menjelaskan bahwa “model Taiwan” yang diajukan pemerintah akan memanfaatkan pengalaman pembangunan Taiwan selama ini untuk membantu Amerika Serikat membentuk klaster industri, sekaligus mendorong pengembangan jangka panjang investasi perusahaan-perusahaan Taiwan dan AS di Amerika Serikat. Hal ini semakin menegaskan posisi Taiwan sebagai mitra strategis yang tak tergantikan dalam rantai pasok demokratis global.
Selanjutnya, Taiwan akan menjadikan capaian-capaian tersebut sebagai fondasi penting bagi pengembangan hubungan bilateral, serta terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah Amerika Serikat demi mencapai hasil akhir yang lebih rasional dan saling menguntungkan bagi kedua pihak.