27/02/2026

Taiwan Today

Ekonomi

Perjanjian Penghapusan Pajak Berganda Taiwan-Singapura Berlaku Efektif, Perkuat Kemitraan Ekonomi dan Perdagangan Bilateral

24/02/2026
Sejak pertama kali menandatangani perjanjian pajak penghasilan pada 1981, kerja sama Taiwan–Singapura telah berkembang stabil selama lebih dari 40 tahun. Singapura juga merupakan mitra penting dalam pelaksanaan Kebijakan Baru Arah Selatan (New Southbound Policy, NSP).
Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan) menyambut baik berlakunya "Perjanjian Penghapusan Pajak Berganda dan Pencegahan Pengelakan serta Penghindaran Pajak atas Penghasilan" antara Taiwan dan Singapura. Berlakunya perjanjian ini diharapkan dapat semakin meningkatkan hubungan kemitraan ekonomi dan perdagangan bilateral.
 
Taiwan dan Singapura menandatangani versi terbaru perjanjian ini pada 31 Desember 2025. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Kepala Kantor Perwakilan Taipei di Singapura, Tung Chen-yuan, dan Kepala Kantor Perdagangan Singapura di Taipei saat itu, Yip Wei Kiat. Perjanjian resmi berlaku efektif pada 13 Februari 2026 dan dijadwalkan mulai diterapkan pada 1 Januari 2027.
 
Hubungan ekonomi dan perdagangan Taiwan-Singapura terjalin erat disertai hubungan interaksi yang intensif. Berdasarkan statistik Direktorat Jenderal Perdagangan Internasional Kementerian Perekonomian (MOEA), total perdagangan bilateral pada 2025 mencapai USD 53,4 miliar. Sementara menurut data pihak Singapura, pada 2025 Taiwan telah naik menjadi mitra dagang terbesar Singapura dengan total perdagangan melampaui USD 134,4 miliar, mencerminkan tingkat saling melengkapi yang tinggi dalam struktur ekonomi kedua pihak.
 
Kementerian Keuangan (MOF) Taiwan menyatakan bahwa perjanjian ini akan menghadirkan skema keringanan pajak yang lebih selaras dengan kondisi ekonomi dan perdagangan saat ini, sekaligus mengoptimalkan lingkungan perpajakan dan daya saing, sehingga semakin mendorong arus investasi bilateral.
 
Sejak pertama kali menandatangani perjanjian pajak penghasilan pada 1981, kerja sama Taiwan–Singapura telah berkembang stabil selama lebih dari 40 tahun. Singapura juga merupakan mitra penting dalam pelaksanaan Kebijakan Baru Arah Selatan (New Southbound Policy, NSP). Berlakunya perjanjian versi terbaru ini menandai tonggak baru dalam hubungan bilateral.
 
Selanjutnya, kedua pihak akan terus memperdalam pertukaran di bidang ekonomi dan perdagangan, pariwisata, budaya, serta pendidikan di atas fondasi kokoh yang telah terbangun, demi menciptakan hasil yang saling menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua pihak.
 

Terpopuler

Terbaru