Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun menegaskan bahwa target inti pemerintah tetap tidak berubah. Terlepas dari dinamika kebijakan tarif Amerika Serikat, pihak Taiwan akan terus berkomunikasi secara aktif dengan pihak AS dengan berpijak pada perlakuan preferensial yang telah diperoleh melalui penandatanganan “Perjanjian Perdagangan Setara Taiwan-AS (ART)”. Hal ini dilakukan untuk memastikan keunggulan relatif serta perlakuan terbaik bagi industri Taiwan, sekaligus memperjuangkan kepentingan maksimal bagi negara dan sektor industri.
Menanggapi perkembangan terbaru kebijakan tarif AS, termasuk putusan Mahkamah Agung Federal AS pada 20 Februari serta perintah eksekutif “Pasal 122” yang segera diumumkan oleh pemerintahan Donald Trump, Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun menjelaskan bahwa selama proses perundingan, pihak AS secara terbuka pernah menyatakan bahwa sekalipun putusan pengadilan tidak menguntungkan, pemerintah tetap akan mengadopsi jalur hukum lain untuk mencapai tujuan kebijakan tarifnya. Oleh karena itu, meskipun terdapat variabel berupa putusan Mahkamah Agung dalam proses negosiasi, Taiwan bersama sejumlah negara lain tetap melanjutkan perundingan dengan AS dan berhasil mencapai kesepakatan.
Mengenai perhatian kalangan industri terkait bagaimana pemerintah memastikan tetap terjaganya keunggulan relatif yang telah ada, Cheng Li-chiun menjelaskan bahwa dalam proses negosiasi Taiwan-AS sebelumnya, kedua pihak senantiasa menghadapi berbagai tantangan dan perubahan situasi. Namun demikian, Taiwan selalu merespons secara hati-hati, menjaga komunikasi aktif, terus mendorong kemajuan perundingan, serta berupaya maksimal untuk memperoleh perlakuan terbaik.
Menghadapi situasi dan tantangan baru, pemerintah menegaskan kembali bahwa target inti tetap konsisten. Apa pun perubahan kebijakan tarif AS, Taiwan akan terus berlandaskan pada perlakuan preferensial yang telah diperoleh melalui ART, memperkuat komunikasi dengan pihak AS, memastikan keunggulan relatif serta perlakuan terbaik bagi industri Taiwan, dan mengupayakan kepentingan terbesar bagi negara dan sektor industri.