Seorang pastor asal Italia, Giuseppe Didone (usia 81 tahun), menggalang dana untuk membantu pencegahan wabah virus korona Wuhan (Covid-19) yang saat ini sedang terjadi di Italia. Dalam kurun waktu 6 hari, masyarakat Taiwan telah mendonasikan uang sebesar NT $150 juta, yang akan digunakan untuk membeli alat pelindung diri, seperti masker dan baju pelindung untuk tenaga medis di Italia.
Pastor Giuseppe Didone menjelaskan, “Sejak tanggal 1 April, media Taiwan telah mempublikasikan rasa prihatin kami terhadap situasi dan kondisi wabah di Italia, dan kami berharap masyarakat Taiwan dapat menyalurkan bantuan. Setelah beberapa hari berita ini tersiar, bantuan dari berbagai tempat segera berdatangan, dan jumlah donasi yang kami terima sangat besar, sampai-sampai kami tidak tahu harus merespons dengan cara apa.”
Awalnya Pastor Giuseppe Didone berencana untuk melakukan penggalangan dana selama 2 minggu, tetapi ia putuskan untuk menghentikan kegiatan tersebut walaupun baru berjalan 6 hari. Ia mengatakan, “Saya ingin mengucapkan terima kasih, dan merasa sangat terharu atas kepedulian yang begitu besar dari masyarakat Taiwan. Saya berharap kepedulian ini juga dapat terus disalurkan untuk masyarakat di kawasan terpencil di Taiwan.”
”Selama liburan Hari Anak dan Festival Chengbeng, rekan kami telah menerima sekitar 3.000 donasi dengan jumlah mencapai NT $10 juta. Pada hari Senin, ketika kami kembali beraktivitas, seorang akuntan dari rumah sakit kami mencatat donasi yang masuk sudah hampir mencapai angka NT $100 juta.”
Pastor Giuseppe Didone mengatakan, “Kami memang tidak menetapkan target nominal donasi, tetapi jumlah yang kami terima ini sangat jauh diluar dugaan, dan melebihi kapasitas kami untuk menyalurkan bantuan alat pelindung diri kepada tenaga medis Italia. Oleh karena itu, selain mengucapkan terima kasih, saya juga ingin meminta maaf, karena kami tidak bisa menerima sumbangan lagi.”
Pastor Giuseppe Didone dan rekan-rekan sudah mulai melakukan prosedur pembelian untuk barang-barang kebutuhan dan alat pelindung yang tidak melanggar pembatasan dari pemerintah. Mengenai barang-barang kebutuhan yang tidak dapat dibeli di Taiwan, Pastor Giuseppe Didone akan meminta Ordo Kamilian untuk melakukan pembelian di luar negeri. Selain itu, beberapa pengusaha Taiwan di luar negeri juga telah menyatakan kesediaan untuk meningkatkan produksi barang-barang kebutuhan, seperti alat bantu pernapasan, untuk disalurkan ke Italia.
Selain donasi berupa uang, beberapa hari ini masyarakat dan perusahaan juga telah memberikan donasi berupa masker N95. “Kami akan segera melakukan penghitungan dan menyerahkan bantuan ini kepada pemerintah, agar dapat disalurkan bersama donasi yang akan disalurkan oleh Taiwan ke Italia,” Pastor Giuseppe Didone menjelaskan.
Pastor Giuseppe Didone juga akan menyisihkan sebagian donasi dalam bentuk uang untuk diserahkan kepada Vatikan dan kantor pusat Ordo Kamilian di Italia, agar dapat digunakan sebagaimana diperlukan sesuai dengan kondisi di sana.
“Apabila ada anggota masyarakat yang berpendapat bahwa donasi di tempat kami sudah terlalu banyak, dan ingin menarik donasinya untuk disalurkan ke pihak lain, kami dengan senang hati akan mengembalikan dana tersebut. Kami yakin meskipun tidak disalurkan ke Italia, bentuk kepedulian Anda masih bisa disalurkan kepada pihak lain yang membutuhkan,” Pastor Giuseppe Didone menjelaskan.
Pastor Giuseppe Didone menerima donasi dari masyarakat Taiwan. (Foto oleh LTN)
“Saya tidak tahu apakah Anda bisa memahami rasa haru yang timbul di dalam hati saya. Setiap malam, saya mensyukuri bantuan amat besar yang diberikan oleh masyarakat Taiwan selama beberapa hari ini, sambil merenungkan 55 tahun perjalanan saya di Taiwan. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, pada tahun itu Ia membawa saya datang ke tempat ini. Sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Taiwan, dan kehangatan seperti inilah yang membulatkan tekad saya untuk tinggal di sini sampai akhir hayat,” pastor Giuseppe Didone menuturkan.
Rumah Sakit Saint Mary Camillian di Kota Luodong, tempat Pastor Giuseppe Didone melayani, menerbitkan permintaan penghentian sumbangan pada tanggal 7 April pagi hari, dan donasi yang terkumpul hingga tanggal 6 April malam hari, adalah sebesar NT $150 juta.
Pastor Giuseppe Didone datang ke Taiwan sekitar 55 tahun yang lalu dan melayani di Rumah Sakit Saint Camillus Penghu. Meskipun sudah tidak melayani disana, pastor Giuseppe Didone masih menaruh perhatian terhadap tempat di mana ia pertama kali melayani tersebut. Ia mengatakan, “Apabila karena hal ini Rumah Sakit Saint Camillus di Penghu bisa mendapat perhatian dari masyarakat, saya bisa pulang ke Rumah Tuhan tanpa penyesalan.”