19/06/2026

Taiwan Today

Sosial

Perusahaan Taiwan Kembangkan Alat yang Mampu Deteksi Virus Korona Wuhan dalam 12 Menit

09/04/2020
Selain dapat digunakan untuk melakukan pengetesan dalam jumlah besar, ViroTrack juga dapat digunakan untuk mendeteksi orang yang sudah tertular virus korona Wuhan, tetapi tidak memiliki gejala. (Foto oleh CNA)

Pada tahun 2011, Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Taiwan (MOST) meluncurkan program subsidi untuk mendukung penelitian yang berpotensi untuk dikomersialkan. Salah satu penerima subsidi tersebut adalah perusahaan BluSense Diagnostics, yang telah berhasil mengembangkan alat pendeteksi demam berdarah dan zika. Tahun ini, perusahaan tersebut berhasil mengembangkan ViroTrack, sebuah alat pendeteksi virus korona Wuhan (Covid-19) dengan menggunakan serum yang terdapat dalam darah.       

 
Saat ini metode pengetesan virus korona Wuhan yang paling banyak digunakan adalah pengetesan dengan reaksi berantai polimerase (PCR) dan antibodi. Sementara itu, alat yang dikembangkan oleh BluSense Diagnostics ini menggunakan serum darah, untuk mengetahui tingkat penularan virus yang diderita oleh seorang pasien. Alat ini hanya membutuhkan satu tetes darah, dan hasil pengetesan dapat diketahui dalam waktu 12 menit.        
 
Juru bicara BluSense Diagnostics mengatakan ViroTrack sudah menjalani uji coba klinis id Hvidovre Hospital (Denmark) minggu lalu, dan dari 15 sampel darah yang kami terima, telah diketahui tingkat akurasi alat ini mencapai 90%. Pengujian klinis berikutnya akan dilakukan minggu depan di rumah sakit Italia dengan 200 sampel. Diperkirakan alat ini dapat memperoleh sertifikasi Uni Eropa pada bulan Mei, dan memasuki pasar Taiwan pada bulan Juni mendatang.  
 
Alat pendeteksi ini dapat secara bersamaan mendeteksi kadar antibodi IgM dan IgG untuk menentukan tingkat penularan dalam tubuh manusia. IgM muncul pada tahap awal penularan, kira-kira pada hari keempat setelah seseorang tertular. IgG muncul pada penularan tahap pertengahan hingga akhir, kira-kira 10 hari setelah penularan terjadi, dapat digunakan untuk mengetahui apakah seseorang sedang berada dalam tahap pemulihan, atau pernah tertular.  
 
Selain dapat digunakan untuk melakukan pengetesan dalam jumlah besar, ViroTrack juga dapat digunakan untuk mendeteksi orang yang sudah tertular virus korona Wuhan, tetapi tidak memiliki gejala.  
 
Saat ini berbagai institusi kesehatan menggunakan metode PCR untuk menentukan apakah seseorang sudah boleh keluar dari rumah sakit atau tidak. Jika seorang pasien memiliki hasil negatif setelah tiga kali menjalani tes PCR, maka ia dinyatakan pulih. Dengan ViroTrack, pihak rumah sakit bisa menentukan tingkat pemulihan pasien melalui IgG dan IgM pasien.     
 
BluSense Diagnostics memiliki pangkalan penelitian biokimia di Kopenhagen, Denmark, serta pusat pengembangan perangkat keras dan lunak di Taoyuan, Taiwan.
 

Terpopuler

Terbaru