04/04/2026

Taiwan Today

Sosial

Kasus Penularan Virus Korona Wuhan di Taiwan Total 440 Orang

08/05/2020
Kepala CECC, Chen Shih-chung, mengumumkan total kasus penularan virus korona Wuhan di Taiwan saat ini adalah 440 orang, dan 347 orang sudah keluar dari proses isolasi. Selain itu, di Taiwan sudah 26 hari tidak terjadi kasus penularan lokal. (Foto oleh CNA)

Pada tanggal 2 Mei 2020, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) mengumumkan 3 kasus penularan virus korona Wuhan (Covid-19) yang berasal dari luar negeri, yaitu seorang wanita berusia sekitar 60 tahun (kasus ke-430), wanita berusia sekitar 30 tahun (kasus ke-431), dan pria berusia sekitar 40 tahun (kasus ke-432).

 
Kasus ke-430 melakukan perjalanan ke Australia pada tanggal 22 Februari, lalu melanjutkan perjalanan ke Jepang pada tanggal 24 Maret. Ia mulai mengalami gejala demam, batuk dan muntah-muntah pada tanggal 9 April. Pada tanggal 30 April, ia kembali ke Taiwan dan melaporkan kondisinya kepada petugas bandara. Setelah menjalani pemeriksaan ia dinyatakan positif terinfeksi virus korona Wuhan.    
 
Kasus ke-431 dan 432 adalah sepasang suami-istri. Mereka melakukan perjalanan ke Senegal pada tanggal 11 Februari, lalu mulai mengalami gejala batuk dan badan letih pada tanggal 26-27 April. Mereka kembali ke Taiwan pada tanggal 1 Mei, dan dinyatakan positif terinfeksi setelah menjalani pemeriksaan di bandara.   
 
Bersama pasangan suami-istri tersebut juga terdapat dua orang anak kecil, dengan hasil pemeriksaan negatif. Namun, mereka tetap harus menjalani isolasi rumah untuk pengamatan lebih lanjut.
 
Pada tanggal 4 Mei, tentara angkatan laut kapal perang Panshi telah selesai menjalani isolasi, dan 4 orang dinyatakan positif terinfeksi. CECC kemudian mengumumkan akan melakukan pemeriksaan terhadap anggota keluarga dan kerabat dari keempat orang prajurit tersebut yang dinilai pernah melakukan kontak jarak dekat. Empat orang tentara angkatan laut tersebut tidak memiliki gejala.   
 
Pada hari yang sama, CECC mengumumkan satu kasus penularan virus korona Wuhan (kasus ke-437), yang dialami oleh seorang wanita berusia sekitar 30 tahun. Ia melakukan perjalanan ke New York, dan kembali ke Taiwan pada tanggal 9 April tanpa gejala. Wanita tersebut diminta untuk menjalani isolasi rumah karena menumpang pesawat yang sama dengan kasus ke-383 dan 384.
 
Pada tanggal 15 April, ketika menjalani isolasi rumah, kasus ke-437 mulai mengalami gejala pilek, tetapi ia tidak melakukan pelaporan karena menurutnya gejala tersebut timbul setelah ia memotong bawang. Pada tanggal 27 April, ia menghubungi instansi kesehatan karena gejala yang ia alami semakin parah. Setelah menjalani pemeriksaan, ia dinyatakan positif tetapi bersifat equivocal, dan ditempatkan di ruang isolasi bertekanan negatif pada tanggal 30 April.    
 
CECC menjelaskan hasil pemeriksaan positif equivocal tidak langsung dinyatakan positif terinfeksi karena angka yang dihasilkan berada persis di antara ambang batas, dan setelah dilakukan empat kali pemeriksaan, wanita tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus korona Wuhan.
 
Pada tanggal 4 Mei malam hari, CECC mengumumkan satu orang yang pada hari sebelumnya memiliki hasil positif equivocal, dan setelah menjalani pemeriksaan terakhir, ia dinyatakan positif terinfeksi (kasus ke-438).
 
Pada tanggal 6 Mei 2020, CECC mengumumkan satu kasus penularan virus korona Wuhan dari luar negeri, yaitu seorang wanita berusia sekitar 30 tahun (kasus ke-439). Pada bulan Januari yang lalu, ia melakukan perjalanan ke Inggris, dan kembali ke Taiwan pada tanggal 26 April. Ketika tiba di bandara, ia memiliki gejala pilek dan tubuh terasa letih, dan langsung melapor kepada petugas. Setelah menjalani pemeriksaan ia dinyatakan negatif, tetapi harus menjalani isolasi di sebuah hotel khusus untuk pengamatan lebih lanjut.  
 
Selama menjalani isolasi, ia masih mengalami gejala pilek dan kehilangan indra perasa. Pada tanggal 4 Mei, ia menjalani pemeriksaan lanjutan, dan dinyatakan positif terinfeksi.
 
Menjawab pertanyaan wartawan yang menyebutkan tentang kemungkinan wanita tersebut tertular setelah menjalani isolasi di hotel khusus, kepala CECC, Chen Shih-chung, menjelaskan para petugas di hotel tersebut telah menjalani pelatihan, kamar yang ditempati oleh kasus ke-439 juga sebelumnya sudah dibersihkan dengan disinfektan. Kasus ke-439 juga tidak melakukan kontak dengan penghuni kamar yang lain.     
 
Pada tanggal 7 Mei 2020, CECC mengumumkan satu kasus penularan virus korona Wuhan dari luar negeri yang dialami oleh seorang wanita berusia sekitar 20 tahun (kasus ke-440). Pada bulan Februari tahun ini, ia melakukan perjalanan ke Qatar, dan mengalami gejala sakit tenggorokan, pilek, dan kehilangan indra perasa pada tanggal 8 Maret. Pada tanggal 10 Maret, ia dinyatakan positif terinfeksi virus korona Wuhan dan menjalani pengobatan di Qatar. Pada tanggal 8 April, ia menjalani pemeriksaan dan hasilnya negatif, sehingga pengobatan dianggap selesai. Ia kemudian ditempatkan di sebuah asrama untuk pengamatan lebih lanjut hingga tanggal 22 April.       
 
Kasus ke-440 kembali ke Taiwan pada tanggal 3 Mei tanpa memiliki gejala, dan melapor kepada petugas bahwa ia pernah dinyatakan positif terinfeksi ketika berada di Qatar. Selanjutnya, ia menjalani pemeriksaan dan dinyatakan negatif, lalu diantar untuk menjalani karantina rumah. Setelah kembali ke rumah, ia mengalami gejala diare, lalu kembali menjalani pemeriksaan pada tanggal 5 Mei, dan dinyatakan positif terinfeksi. Jumlah kasus penularan virus korona Wuhan di Taiwan saat ini adalah 440 orang, dan 347 orang sudah keluar dari proses isolasi. Selain itu, di Taiwan sudah 26 hari tidak terjadi kasus penularan lokal.
 

Terpopuler

Terbaru