Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) mengumumkan 1 kasus penularan virus korona Wuhan (Covid-19) dari luar negeri, yaitu seorang wanita berusia sekitar 30 tahun (kasus ke-452) yang melakukan perjalanan ke Filipina pada bulan Januari, dan kembali ke Taiwan pada tanggal 14 Juli yang lalu.
Juru bicara CECC, Chuang Jen-hsiang, menjelaskan kasus ke-452 pernah melakukan tes virus korona Wuhan pada tanggal 30 Juni sebelum kembali ke Taiwan, dan hasilnya negatif. Namun pada tanggal 14 Juli, ia mengalami gejala kehilangan indra penciuman, dan langsung melaporkan kondisi tersebut kepada petugas ketika sampai di bandara. Setelah menjalani pengambilan sampel, ia dinyatakan positif tertular virus korona Wuhan.
Selama dalam perjalanan, kasus ke-452 tersebut mengenakan masker, dan instansi kesehatan berwenang telah melacak 12 orang yang dinilai telah melakukan kontak jarak.
Tes yang dilakukan oleh kasus ke-452 adalah tes untuk mendeteksi antibodi dalam serum darah, dan dapat mendeteksi penularan yang terjadi pada 2 minggu hingga 1 bulan sebelum pengambilan sampel. Namun, pengetesan antibodi tidak bisa mengetahui apakah seseorang telah tertular pada saat menjalani pengetesan. Menurut CECC, kemungkinan besar kasus ke-452 telah tertular pada saat menjalani tes, atau melakukan kontak jarak dekat dengan sumber virus setelah menjalani tes.
Saat ini, jumlah kasus penularan virus korona Wuhan di Taiwan adalah 452 kasus, di antaranya 361 kasus penularan dari luar negeri, 55 kasus penularan lokal, dan 36 kasus dari kapal angkatan laut Panshi.