Pada tanggal 12 Agustus 2020, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) melaporkan satu kasus penularan virus korona Wuhan (Covid-19) dari luar negeri, yang dialami oleh pria berusia sekitar 50 tahun (kasus ke-481). Ia melakukan perjalanan dinas ke Filipina pada tanggal 26 Juni, dan kembali ke Taiwan pada tanggal 10 Agustus. Selain itu, setelah memperhatikan meningkatnya angka penularan virus korona Wuhan di Vietnam, CECC mengumumkan bahwa Vietnam dimasukkan ke dalam daftar negara dengan risiko penularan “rendah hingga sedang”.
Kasus ke-481 mengalami gejala diare dan menggigil, tetapi gejala tersebut sempat hilang setelah ia mengonsumsi obat yang ia beli di apotek, dan muncul kembali setelah beberapa hari.
Dalam perjalanan kembali ke Taiwan, ia mengenakan masker, baju pelindung, sarung tangan, dan kacamata pelindung. Setelah tiba di bandara, ia melaporkan kondisinya kepada petugas, dan langsung dibawa untuk menjalani tes, lalu ditempatkan di lokasi karantina. Pada tanggal 12 Agustus, ia dinyatakan positif tertular virus korona Wuhan.
Saat ini CECC telah mengidentifikasi 24 orang yang dinilai telah melakukan kontak jarak dekat dengan kasus ke-481 selama berada di pesawat, dan 7 orang diantaranya telah diinstruksikan untuk menjalani isolasi, sedangkan 11 orang awak kabin, yang melayani dalam penerbangan tersebut telah diminta untuk melakukan pengawasan kesehatan mandiri (mengenakan masker dan mengukur suhu tubuh 2 kali sehari), karena mereka dinilai telah mengenakan alat pelindung yang memadai.
Sementara itu, 6 orang lainnya adalah orang Filipina yang hanya transit dan melanjutkan penerbangan tanpa melewati imigrasi atau keluar dari bandara.
Dengan kasus ini, total kasus penularan di Taiwan adalah 481 kasus, dan 389 kasus di antaranya adalah penularan dari luar negeri.
Dalam konferensi pers tersebut, CECC juga mengumumkan daftar negara dengan risiko penularan “rendah”, sehingga masyarakat dari negara-negara tersebut yang ingin melakukan kunjungan bisnis ke Taiwan dapat mengajukan masa karantina lebih pendek, yaitu Selandia Baru, Macau, Palau, Fiji, Brunei, Thailand, Mongolia, Bhutan, Laos, Kamboja, dan Myanmar. Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Sri Lanka, dan Vietnam dikategorikan sebagai negara dengan risiko “rendah hingga sedang”.
Kepala CECC, Chen Shih-chung, menjelaskan perubahan status risiko penularan untuk Vietnam dilakukan setelah melihat semakin tingginya angka penularan virus korona Wuhan di negara tersebut.