05/04/2026

Taiwan Today

Sosial

Presiden Tsai Umumkan Pelonggaran Batasan Impor untuk Daging Babi dan Sapi dari AS

31/08/2020
Keputusan ini sesuai dengan standar kesehatan dan kebersihan makanan internasional. Pemerintah berkewajiban untuk menjamin bahwa seluruh produk makanan yang beredar di pasar sesuai dengan standar kesehatan nasional, dan pemerintah tidak akan berkompromi dalam hal tersebut. (Foto oleh Kantor Istana Kepresidenan, ROC)
Pada tanggal 28 Agustus 2020, Presiden Tsai Ing-wen mengumumkan bahwa ia telah menginstruksikan instansi kementerian terkait untuk menetapkan standa kandungan ractopamine dalam daging babi impor dari Amerika Serikat, serta melonggarkan pembatasan terhadap impor daging sapi AS. Keputusan tersebut dilakukan berdasarkan hasil penelitian ilmiah dan standar internasional, yang menjamin bahwa produk daging tersebut tidak akan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.   

Pemerintah telah melakukan evaluasi menyeluruh, dan menilai bahwa keputusan impor daging babi dan daging sapi AS ini sesuai dengan kepentingan nasional, dan target pembangunan strategis. Selain itu, keputusan ini juga sesuai dengan standar kesehatan, dan akan turut mendorong perkembangan hubungan bilateral Taiwan-AS. Presiden Tsai menegaskan bahwa pemerintah akan menjamin keamanan pangan masyarakat, memperketat pemeriksaan terhadap produk daging impor, dan akan melaksanakan pemberian label pada produk.    

Taiwan merupakan mitra dagang penting bagi Amerika Serikat, seperti yang dapat terlihat dari eratnya hubungan kerja sama antar perusahaan Taiwan dan AS. Namun ada beberapa ketentuan yang saat ini diterapkan oleh Taiwan, yang belum sepenuhnya seragam dengan ketentuan internasional, dan hal tersebut dapat menjadi penghambat bagi perkembangan hubungan kerja sama Taiwan-AS.

Presiden Tsai mengatakan, “Saya percaya, penyelesaian masalah impor daging babi dan daging sapi ini akan menjadi awal perkembangan bagi kerja sama ekonomi antara Taiwan-AS yang lebih komprehensif. Di masa yang akan datang, strategi perdagangan Taiwan akan menjadi lebih fleksibel, dan lebih kompetitif untuk melakukan ekspansi. Hal ini juga akan menjadi kesempatan bagi sektor industri tradisional yang selama 2 tahun belakangan ini terkena imbas dari perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.”

Keputusan ini juga sesuai dengan standar kesehatan dan kebersihan makanan internasional. Pemerintah berkewajiban untuk menjamin bahwa seluruh produk makanan yang beredar di pasar sesuai dengan standar kesehatan nasional, dan pemerintah tidak akan berkompromi dalam hal tersebut. Negara-negara tetangga, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura, juga melonggarkan batasan impor terhadap produk daging babi yang mengandung ractopamine dalam jumlah kecil. Pada tahun 2012 dan 2019, instansi kementerian terkait dari Pemerintah Taiwan telah melakukan evaluasi kesehatan terhadap produk daging sapi dan babi yang mengandung ractopamine, dan disimpulkan bahwa kadar ractopamine di bawah standar CODEX, tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan.      
 
Selain itu, sejak tahun 2013 Amerika Serikat telah dinyatakan sebagai negara dengan “Risiko Dapat Diabaikan” (Negligible Risk) untuk penyakit sapi gila oleh OIE (World Organization for Animal Health). Selanjutnya, pada tahun 2019 Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW) telah melakukan analisis risiko ketat, dan hasilnya adalah produk daging tersebut aman untuk dikonsumsi.   

Pemerintah juga akan mewajibkan pencantuman label berisi informasi negara asal pada produk makanan, agar masyarakat dapat memiliki kebebasan memilih ketika melakukan pembelian. Pemerintah akan mewajibkan semua pelaku usaha, mulai dari pedagang eceran, perusahaan pembuat kemasan makanan, hingga supermarket, restoran, dan penjual nasi kotak, semuanya harus memberikan informasi yang jelas kepada konsumen, demi menjamin keamanan pangan bagi masyarakat.        
 

Terpopuler

Terbaru