Pada tanggal 2 November 2023, Kementerian Lingkungan Hidup (MOE) meresmikan "Pusat Kalibrasi dan Pelatihan Asia Pasifik AERONET (APAC)". Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengafirmasi standar pemantauan Taiwan dan ingin bekerja sama untuk mendirikan platform kalibrasi di Lulin Atmospheric Background Station. Kerja sama ini akan membantu mempromosikan pertukaran teknologi pemantauan lingkungan dan pemantauan jarak jauh dengan negara-negara di Asia Tenggara, meningkatkan kualitas data pemantauan kualitas udara, serta memberikan kontribusi konkret dalam penelitian perubahan iklim.
Menteri Lingkungan Hidup, Shieu Fuh-sheng, menjelaskan pendirian APAC dapat membantu kalibrasi alat pemantau radiasi matahari di negara-negara Asia Tenggara, dan melalui kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (MOE), Badan Meteorologi Sentral (CWA), dan Pusat Antariksa Nasional (TASA) fasilitas ini juga akan menyediakan data penting tentang perubahan iklim kepada dunia.
Selama 20 tahun terakhir, stasiun pemantauan Gunung Lulin Kementerian Lingkungan Hidup telah bekerja sama dengan NASA, CWB dan TASA dalam di bidang pembagian data (data sharing), dan berkontribusi dalam perancangan kebijakan pengendalian polusi udara yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
Setelah APAC terbentuk, Taiwan akan berubah peran dari pengambil data menjadi penyedia data, menyediakan informasi yang sangat berharga bagi Asia dan Asia Tenggara, serta membantu pengelolaan polusi udara dan strategi pengurangan emisi karbon di tingkat regional. Kontribusi Taiwan ini diharapkan juga dapat meningkatkan posisi internasional Taiwan.
MOE menjelaskan Taiwan berperan penting dalam pengembangan teknologi pemantauan kualitas udara di kawasan Asia Pasifik, dan setiap tahun, peralatan pemantauan radiasi matahari dari berbagai negara di Asia perlu dikalibrasi di NASA Amerika Serikat. NASA berharap APAC Taiwan dapat melayani negara-negara Asia, mengurangi emisi karbon yang ditimbulkan dari pengiriman peralatan ke AS, menghemat biaya, dan mempersiapkan diri untuk peningkatan jumlah stasiun pemantauan di Asia Tenggara. NASA juga berharap Taiwan dapat memainkan peran penting sebagai pusat kalibrasi regional.
APAC tidak hanya memberikan layanan kalibrasi peralatan, tetapi juga memiliki fungsi pendidikan dan pelatihan yang membantu negara-negara Asia Tenggara meningkatkan keterampilan dalam penggunaan dan analisis data, serta membangun hubungan kemitraan internasional.
Data yang dihasilkan oleh AERONET dapat digunakan secara langsung maupun tidak langsung dalam penelitian kualitas udara global dan perubahan iklim. Kontribusi ini memperlihatkan partisipasi aktif dan pelaksanaan tanggung jawab secara berkelanjutan oleh Taiwan di bidang pemantauan lingkungan.