14/05/2026

Taiwan Today

Sosial

Jasad Pejuang Peristiwa Mudan Dikembalikan ke Komunitas Penduduk Asli

08/11/2023
Peristiwa ini adalah peristiwa pertama di mana masyarakat penduduk asli Taiwan meminta komunitas internasional untuk mengembalikan jasad leluhur mereka, dan memiliki makna sejarah penting bagi sejarah keadilan dan keadilan transisi bagi masyarakat penduduk asli.
Pada tanggal 3 November 2023, Edinburgh University, Inggris secara resmi mengembalikan jasad para pejuang peristiwa Mudan kepada masyarakat suku Paiwan. Prosesi pengembalian jasad dilakukan dalam sebuah upacara khidmat oleh penduduk asli suku Paiwan dari Desa Mudan, dan didampingi oleh Wakil Ketua Dewan Urusan Penduduk Asli (CIP), Calivat.
 
Rombongan penduduk asli suku Paiwan sudah kembali ke Taiwan dan tiba di Bandara Internasional Taoyuan pada tanggal 5 November, dan keesokan harinya jasad para pejuang tersebut ditempatkan di Museum Arkeologi, Tainan. Peristiwa ini adalah peristiwa pertama di mana masyarakat penduduk asli Taiwan meminta komunitas internasional untuk mengembalikan jasad leluhur mereka, dan memiliki makna sejarah penting bagi sejarah keadilan dan keadilan transisi bagi masyarakat penduduk asli.
 
Peristiwa Mudan yang terjadi pada tahun 1874 mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar dari masyarakat desa Mudan, dan setelah peristiwa tersebut terjadi, tentara Jepang membawa 12 jasad ke Jepang. Pada bulan November 2019, Profesor Chen Yao-chang mempublikasikan makalah dengan judul "Empat Jasad Penduduk Asli Desa Mudan Disimpan di Edinburgh University, Inggris". Kemudian pada bulan Desember tahun berikutnya atas permintaan CIP, Hu Chuan-an dari National Central University (NCU) melakukan penelitian yang mengonfirmasi bahwa empat jasad penduduk Desa Mudan tersimpan di Edinburgh University.
 
Pasal 11, 12, dan 31 Deklarasi Hak-Hak Penduduk Asli PBB memberi hak kepada suku asli untuk meminta pengembalian jasad, dan negara harus memastikan pengembalian tersebut melalui mekanisme yang efektif. Oleh karena itu, pada November 2021, CIP mengirim surat ke Edinburgh University untuk secara resmi meminta pengembalian jasad tersebut, dan pada bulan Juli tahun berikutnya, permintaan tersebut disetujui oleh Wakil Rektor Edinburgh University.
 
CIP mengucapkan terima kasih kepada Kantor Desa Mudan, Kementerian Luar Negeri (MOFA), Otoritas Bea Cukai, Kementerian Pertanian (MOA), Kementerian Kebudayaan (MOC), Museum Arkeologi, Profesor Chen Yao-chang, Hu Chuan-an, dan semua pihak yang telah bekerja sama membantu proses pengembalian jasad penduduk asli Desa Mudan. Atas upaya berbagai pihak, jasad para pejuang Mudan berhasil dikembalikan kepada komunitas penduduk asli menjelang peringatan 150 tahun Peristiwa Mudan yang akan diselenggarakan tahun depan.
 
 
 

Terpopuler

Terbaru