30/08/2025

Taiwan Today

Sosial

Presiden Lai Ching-te Hadiri Pembukaan “Konferensi Perlindungan Hewan Asia ke-14 Tahun 2025”

27/08/2025
Dengan kerja sama pemerintah dan masyarakat, Taiwan diharapkan dapat menjadi negara yang ramah terhadap hewan. Melalui konferensi ini, Taiwan juga akan memperluas kerja sama internasional di bidang perlindungan hewan.
Presiden Lai Ching-te menghadiri upacara pembukaan “Konferensi Perlindungan Hewan Asia ke-14”, Selasa, 26 Agustus 2025. Dalam sambutannya, Presiden Lai menegaskan bahwa sebuah negara yang besar tidak hanya berkewajiban melindungi keselamatan jiwa dan harta rakyatnya, tetapi juga harus menunjukkan kepedulian serta rasa hormat terhadap semua makhluk hidup.
 
Presiden Lai menambahkan pemerintah terus berupaya membangun dan mendorong kebijakan perlindungan hewan, sekaligus menyempurnakan berbagai langkah kerja terkait. Dengan kerja sama pemerintah dan masyarakat, Taiwan diharapkan dapat menjadi negara yang ramah terhadap hewan. Melalui konferensi ini, Taiwan juga akan memperluas kerja sama internasional di bidang perlindungan hewan.
 
Masyarakat Taiwan adalah masyarakat yang cinta damai dan menjunjung nilai hidup berdampingan secara harmonis. Dalam upaya perlindungan hewan, baik terhadap hewan peliharaan, hewan liar, maupun satwa liar, masyarakat Taiwan telah menunjukkan semangat mencintai sesama manusia dan alam. Presiden Lai menyampaikan bahwa hubungan harmonis antara manusia dan hewan merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan dan terciptanya masyarakat yang lebih baik.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan secara aktif memperkuat kebijakan perlindungan hewan. Pada dua tahun lalu, Kementerian Pertanian (MOA) membentuk Direktorat Perlindungan Hewan untuk mengimplementasikan konsep “One Health”, yaitu kesehatan manusia dan hewan yang saling bergantung, sekaligus mendorong keseimbangan ekologi. Dalam pengelolaan hewan liar, pemerintah pusat dan daerah bekerja sama dengan organisasi perlindungan hewan untuk menjalankan kebijakan penangkapan dan sterilisasi yang manusiawi, untuk mengurangi jumlah hewan jalanan. Di sisi lain, untuk perlindungan satwa liar, pemerintah bersama kelompok konservasi aktif mendorong pemulihan habitat alami serta memberantas perdagangan ilegal satwa.
 
Kementerian Pertanian (MOA) menegaskan bahwa Taiwan secara konsisten membangun sistem kebijakan perlindungan hewan, antara lain melalui penguatan legislasi perlindungan hewan, promosi tanggung jawab pemilik dan konsep pemeliharaan ramah di berbagai sektor, pemulihan habitat satwa liar, penindakan terhadap penangkapan, perdagangan, dan ekspor-impor ilegal, perlindungan kesejahteraan hewan percobaan, penyusunan pedoman pemeliharaan dan pemotongan hewan ternak secara manusiawi, serta dorongan konsumsi berkelanjutan dan praktik pemeliharaan ramah lingkungan.
 
Selain itu, MOA menegaskan bahwa pemerintah juga terus memperkuat standar penangkapan ikan secara manusiawi dan budidaya perikanan yang ramah hewan. Walaupun sudah banyak capaian, MAO akan terus bekerja keras meningkatkan perlindungan hewan dengan harapan membangun masyarakat yang lebih peduli dan ramah terhadap hewan.

Terpopuler

Terbaru