19/04/2026

Taiwan Today

Sosial

Penduduk Baru Asal Indonesia Wu Hsiao-wen Tuturkan Pengalaman Mengajar Bahasa Indonesia di Taiwan

14/11/2025
Wu Hsia-wen sempat terpikir untuk berhenti karena honor yang tidak besar, tetapi setiap kali murid-murid menyapanya dalam bahasa Indonesia, dan ketika mendengar mereka berkata, “Hari yang paling kami tunggu setiap minggu adalah hari Selasa, karena ada pelajaran bahasa Indonesia!”, sapaan dan interaksi kecil seperti inilah yang menjadi sumber kekuatannya untuk terus mengajar dengan sepenuh hati selama enam tahun hingga sekarang.
Kantor Pelayanan Taipei Badan Imigrasi Nasional (NIA), baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan “Edukasi Keluarga bagi Penduduk Baru dan Sosialisasi Peraturan”. Dalam acara tersebut, mereka mengundang Wu Hsiao-wen, penduduk baru asal Indonesia yang telah menetap di Taiwan, untuk berbagi kisah tentang kejutan budaya yang ia alami saat pertama kali datang ke Taiwan, serta bagaimana perjalanan tak terduga itu membawanya menjadi guru bahasa Indonesia, sebuah peran yang kini telah memperkaya banyak anak dan memperkenalkan keragaman budaya Indonesia di sekolah.
 
“Hanya ada dua siswa. Ibu mau coba mengajar?” ujar Wu Hsiao-wen mengenang kembali pengalaman pertama mengajar. Tahun 2020, sebuah SD di New Taipei kesulitan mencari guru bahasa Indonesia untuk dua siswa yang memilih mata pelajaran tersebut. Berkat ajakan temannya, Wu Hsiao-wen pun memulai karier mengajarnya, dan kini sudah berjalan enam tahun.
 
Wu Hsiao-wen menjelaskan bahwa pada awalnya ia hanya mengajar satu kelas per minggu. Namun kini, ia harus berpindah-pindah ke lima sekolah dalam seminggu, mengajar hingga sepuluh kelas setiap minggu. Ia sempat terpikir untuk berhenti karena honor yang tidak besar, tetapi setiap kali murid-murid menyapanya dalam bahasa Indonesia, dan ketika mendengar mereka berkata, “Hari yang paling kami tunggu setiap minggu adalah hari Selasa, karena ada pelajaran bahasa Indonesia!”, sapaan dan interaksi kecil seperti inilah yang menjadi sumber kekuatannya untuk terus mengajar dengan sepenuh hati selama enam tahun hingga sekarang.
 
Wu Hsiao-wen juga membagikan kisah awal kedatangannya ke Taiwan di tahun 1999 untuk menempuh studi di jurusan ilmu komputer. Tak disangka, setibanya di Taiwan ia langsung menghadapi gempa bumi 921. Ditambah lagi, ia kesulitan beradaptasi dengan bahasa, makanan, dan cuaca, hingga membuatnya setiap hari menghitung waktu untuk bisa pulang kampung. Namun ia terus memotivasi diri untuk bertahan.
 
Dengan ketekunan dan semangat, tanpa terasa ia mampu menyelesaikan studi dan kini membangun kehidupan bahagia bersama keluarga kecilnya yang beranggotakan lima orang.
 
Wu Hsiao-wen mendorong para penduduk baru lainnya untuk saling menghargai perbedaan dan aktif berkomunikasi. Baginya, perbedaan dapat menjadi kekuatan, dan keragaman budaya adalah salah satu pemandangan terindah dalam masyarakat Taiwan.
 

Terpopuler

Terbaru