Kementerian Pendidikan (MOE) menyelenggarakan kegiatan pertukaran “Scholar Club Penerima Beasiswa Pemerintah”, dan mengangkat tema utama “Pemikiran Berkelanjutan, Praktik Cerdas”.
Kegiatan ini menghadirkan 40 alumni penerima beasiswa pemerintah serta 10 pakar dari kalangan industri, pemerintah, akademisi, dan lembaga riset untuk membahas penerapan dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) di sektor perindustrian, kebijakan publik, pendidikan dan pelatihan, riset, serta kerja sama kemasyarakatan.
Melalui pemaparan pengalaman dan dialog lintas disiplin, kegiatan ini diharapkan dapat membantu memahami dinamika internasional terkini serta memperkuat keterhubungan SDM bertalenta internasional dengan pengetahuan teknologi mutakhir.
Kegiatan pertukaran kali ini berfokus pada tiga isu utama, yaitu “Inovasi dan Transformasi Industri Berbasis AI”, “Tata Kelola, Kebijakan, dan Keberlanjutan AI”, serta “Literasi AI, Pendidikan, dan Aplikasi Kesehatan”.
Para peserta, baik alumni penerima beasiswa maupun pakar, memiliki pengalaman studi, riset, atau praktik industri di luar negeri. Negara tujuan studi para penerima beasiswa di antaranya adalah Amerika Serikat, Inggris, Swedia, Kanada, Jepang, Jerman, Prancis, dan Korea Selatan, dengan latar belakang afiliasi di berbagai institusi pendidikan tinggi serta lembaga riset dan perusahaan di dalam maupun luar negeri.
Direktur Jenderal Kementerian Pendidikan, Lee Yu-chuan, menyatakan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tren penerapan AI lintas disiplin, platform Scholar Club berperan penting dalam mendorong pertukaran antara akademisi lulusan luar negeri dan institusi dalam negeri. Beragam perspektif internasional dan pengalaman praktik industri yang dibagikan dalam forum ini dapat menjadi rujukan penting bagi Taiwan dalam mendorong pengembangan talenta, kerja sama lintas bidang, serta perumusan kebijakan.