Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan) pada 3 Maret 2026 menyelenggarakan kegiatan penyambutan untuk penerima Taiwan Fellowship dan resepsi kegiatan pertukaran Tahun Baru Imlek untuk Asosiasi Alumni Taiwan (TAA). Kegiatan ini dihadiri oleh para penerima Taiwan Fellowship 2026 beserta keluarga, diplomat dan perwakilan negara-negara sahabat di Taiwan, serta komunitas akademisi. Sekretaris Jenderal MOFA, Chen Kuo-ching, mewakili Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung hadir untuk memimpin acara.
Dalam acara ini, para penerima Taiwan Fellowship berbagi pengalaman melakukan penelitian serta melakukan pertukaran dengan para akademisi Taiwan.
Dalam pidatonya, Sekjen Chen Kuo-ching menyampaikan bahwa program Taiwan Fellowship yang diluncurkan sejak 2010 hingga saat ini telah menerima lebih dari 1.600 cendekiawan unggul dari seluruh dunia. Para penerima penghargaan tersebut menjadi penghubung penting antara Taiwan dan komunitas internasional, sekaligus duta pertukaran yang membantu semakin banyak sahabat global mengenal Taiwan.
Chen Kuo-ching lebih lanjut menjelaskan bahwa “Diplomasi Komprehensif” dan “Program Kesejahteraan Negara Sahabat Diplomatik” yang diimplementasikan oleh MOFA didasarkan pada pertukaran substantif untuk mempererat konektivitas dan hubungan timbal balik.
Para akademisi juga didorong untuk membagikan pengalaman mereka tentang Taiwan secara kreatif melalui media massa, media sosial, maupun percakapan sehari-hari. Di akhir sambutannya, Chen Kuo-ching mengucapkan selamat tahun baru, dan mendoakan agar seluruh tamu yang hadir meraih keberhasilan dalam kehidupan dan karier.
Untuk memberikan pengalaman budaya lokal Taiwan yang lebih mendalam kepada para peserta, panitia secara khusus mengatur berbagai kegiatan interaktif, seperti lokakarya seni figur adonan (dough figurine), menulis kaligrafi Tahun Baru (chunlian), melukis lampion, serta membuat gula kapas. Selain menghadirkan pengrajin figur adonan untuk mengajarkan pembuatan suvenir maskot Tahun Kuda, panitia juga menyiapkan lembar latihan kaligrafi yang menarik minat banyak peserta yang ingin belajar menulis aksara tradisional Mandarin.