Yuan Eksekutif menggelar lokakarya kerja sama internasional pendidikan hak asasi manusia pada 18 Mei di Taipei, menegaskan komitmen pemerintah dalam memajukan literasi hak asasi manusia.
Peserta dalam lokakarya tersebut meliputi Sekretaris Jenderal Global Campus of Human Rights, Manfred Nowak, serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan berbagai universitas di Taiwan. Mereka bertukar pandangan mengenai kerja sama antara institusi pendidikan tinggi Taiwan dan jaringan internasional hak asasi manusia.
Dalam kegiatan ini, Menteri Tanpa Portofolio Lin Ming-hsin dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Lin Po-chiao menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Direktur Jenderal Departemen Pendidikan Internasional dan Lintas Selat Kementerian Pendidikan Lee Yu-jiuan dan Manfred Nowak.
Perjanjian ini akan mendorong pertukaran yang lebih terinstitusionalisasi antara universitas dalam negeri, Global Campus of Human Rights (GCHR), dan jaringan regionalnya, sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa, peneliti, dan tenaga pengajar untuk mengikuti program kursus jangka pendek serta proyek penelitian.
Lin Ming-hsin menyampaikan bahwa pengembangan budaya hak asasi manusia memerlukan partisipasi bersama dari komunitas akademik, sistem pendidikan, dan masyarakat sipil. Ia menegaskan bahwa Yuan Eksekutif akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan universitas-universitas di Taiwan untuk membina talenta di bidang hak asasi manusia yang memiliki wawasan global dan keterampilan praktis.
Sementara itu, Manfred Nowak mengatakan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi kemunduran demokrasi dan meningkatnya perpecahan sosial, yang menantang tatanan internasional yang berlandaskan perdamaian dan keamanan internasional, pembangunan dan kemakmuran, serta hak asasi dan martabat manusia. Ia menekankan bahwa pendidikan bagi generasi muda mengenai pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia kini menjadi semakin krusial.
GCHR, sebagai salah satu institusi pendidikan hak asasi manusia terkemuka, selama ini aktif mempromosikan penelitian, pengajaran, dan pertukaran lintas kawasan di bidang hak asasi manusia.