Dewan Pembangunan Nasional (NDC) menggelar forum pertukaran mengenai revitalisasi daerah Taiwan-Jepang pada 12 Juni di Taipei. Langkah ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk memperdalam kerja sama pembangunan.
Menurut NDC, sejumlah tamu terkemuka dari Jepang turut hadir dalam forum tersebut, termasuk Katsumi Nemoto, Ketua JTB Taiwan, serta Mitsuru Ookuma, pendiri Ukiha no Takara di Prefektur Fukuoka. Keduanya bersama tim lokal dari Taiwan membahas berbagai tren dan peluang dalam upaya revitalisasi daerah.
Kepala NDC Yeh Chun-hsien mengatakan bahwa forum tersebut berfokus pada kerja sama lintas negara, integrasi antargenerasi dan penciptaan bersama (co-creation), serta kemitraan antara sektor publik dan swasta.
Dalam sambutannya, Yeh Chun-hsien menuturkan bahwa revitalisasi daerah merupakan strategi bersama untuk menghadapi perubahan demografis. Ia menjelaskan bahwa sejak 2014, Jepang telah mendorong berbagai kebijakan terkait untuk merespons tantangan seperti penurunan populasi yang cepat, masyarakat yang menua, serta konsentrasi sumber daya yang berlebihan di kota-kota besar seperti Tokyo.
Taiwan menghadapi tantangan serupa. Karena itu, revitalisasi daerah tidak hanya dapat membantu mengatasi berbagai persoalan tersebut, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional serta mendorong pembangunan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Yeh Chun-hsien juga memuji eratnya hubungan dan pertukaran antara Taiwan dan Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Delegasi pemuda Taiwan dijadwalkan mengunjungi Hokkaido untuk mempromosikan kerja sama lintas disiplin serta pengembangan inovatif antara tim dari kedua pihak.
Katsumi Nemoto mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir JTB Taiwan aktif mempromosikan pertukaran dan kerja sama internasional dengan mendorong sekolah, perusahaan, dan wisatawan Jepang untuk mengunjungi Taiwan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai lingkungan pendidikan, sektor industri, dan budaya setempat.
Sementara itu, Mitsuru Ookuma memaparkan pengalaman perusahaannya dalam membantu warga berusia 75 tahun ke atas berpartisipasi dalam kegiatan pengolahan dan penjualan makanan, sehingga mereka dapat memperoleh penghasilan bagi diri sendiri sekaligus memberikan kontribusi bagi komunitas mereka.
Selain para pembicara dari Jepang, perwakilan dari enam tim revitalisasi daerah di Taiwan juga mempresentasikan berbagai inisiatif, termasuk revitalisasi kawasan jalanan, pengembangan wisata mendalam, layanan bagi lansia masyarakat adat, serta penyediaan katering untuk warga lanjut usia dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal. Inisiatif tersebut menunjukkan keunggulan Taiwan di bidang budaya, pariwisata, dan layanan perawatan jangka panjang.
NDC menegaskan akan terus mengoordinasikan upaya lintas kementerian untuk mendukung revitalisasi daerah melalui berbagai kebijakan yang mendorong generasi muda kembali ke kampung halaman mereka, berkontribusi terhadap pembangunan lokal, serta memperkuat ketahanan masyarakat setempat.