Wakil Menteri Luar Negeri Chen Ming-chi mengatakan bahwa dunia membutuhkan kemitraan yang mampu bertahan menghadapi krisis dan berbagai tekanan, serta menegaskan bahwa kerja sama internasional harus dibangun di atas dasar kepercayaan dan tanggung jawab bersama.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Chen Ming-chi saat memberikan pidato pada upacara penutupan Global Initiatives Symposium yang berlangsung pada 3 Juli di Taipei. Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyatakan bahwa forum yang didirikan pada 2008 tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa National Taiwan University dan setiap tahunnya mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk bertukar pandangan mengenai isu-isu global utama.
Dalam pidatonya Chen Ming-chi mengatakan bahwa berbagai tantangan seperti keamanan energi, persaingan geopolitik, pandemi COVID-19, pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta restrukturisasi rantai pasok global telah mendorong komunitas internasional untuk semakin menaruh perhatian pada keamanan ekonomi dan pembangunan jaringan kerja sama yang tangguh.
Mengenai peran Taiwan, Chen Ming-chi mengatakan bahwa MOFA secara aktif memajukan inisiatif Diplomasi Komprehensif yang digagas Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung. Inisiatif tersebut bertujuan memperdalam kerja sama global berdasarkan nilai-nilai demokrasi yang dianut bersama serta keunggulan industri dan teknologi Taiwan. Taiwan berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara-negara sehaluan untuk memajukan perdamaian dan stabilitas regional.
Chen Ming-chi juga menegaskan bahwa Taiwan bersedia berbagi pengalaman dalam menghadapi ekspansi otoritarianisme, perang kognitif, dan disinformasi kepada masyarakat internasional untuk membantu mengatasi berbagai ancaman yang dihadapi bersama.
Mengakhiri pidatonya, Chen Ming-chi mendorong seluruh peserta untuk menghargai jejaring yang telah terjalin selama simposium dan terus memperkuat kerja sama lintas budaya untuk menghadapi tantangan global secara bersama-sama.