Peninjauan laporan nasional kelima mengenai pelaksanaan Konvensi PBB tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) tengah berlangsung di Taipei. Kegiatan ini menegaskan komitmen Taiwan untuk menerapkan dan menyempurnakan berbagai langkah yang mendorong kesetaraan gender.
Dalam sambutannya pada upacara pembukaan pertemuan peninjauan tersebut, Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun mengatakan bahwa Taiwan mengesahkan undang-undang pelaksanaan CEDAW pada 2011, yang menetapkan kewajiban penyampaian laporan nasional mengenai hasil implementasinya setiap empat tahun. Salah satu dari lima pakar internasional yang bertindak sebagai peninjau tahun ini adalah Esther Eghobamien-Mshelia, anggota Komite CEDAW PBB.
Laporan nasional kelima tersebut memaparkan berbagai upaya pemerintah sepanjang 2021-2024 dalam meningkatkan kesetaraan gender, memajukan hak-hak perempuan, serta menghapus segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan. Sebagai bukti pencapaian sejauh ini, ia menyoroti posisi Taiwan yang menempati peringkat pertama di Asia dan keenam di dunia dalam Indeks Institusi Sosial dan Gender (SIGI) Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada 2023.
Laporan tersebut juga menyoroti kemajuan di berbagai bidang, termasuk perlindungan hak asasi manusia terkait gender dalam sistem peradilan; hak-hak perempuan dalam bidang ketenagakerjaan, kesehatan, ekonomi, dan kehidupan sosial; serta kesetaraan gender dalam hubungan perkawinan dan keluarga. Laporan ini juga berperan penting dalam mengidentifikasi berbagai aspek yang masih memerlukan perbaikan lebih lanjut.
Sejak laporan tersebut dirampungkan, pemerintah terus mendorong berbagai kebijakan, termasuk rencana aksi nasional 2025-2027 untuk pencegahan kekerasan berbasis gender. Mekanisme pengasuhan fleksibel yang memungkinkan pengajuan cuti orang tua secara harian mulai diterapkan pada awal tahun ini. Kebijakan tersebut bertujuan menjadikan pengasuhan sebagai tanggung jawab bersama, bukan beban yang ditanggung perempuan semata.
Mengakhiri sambutannya, Cheng Li-chiun mengucapkan terima kasih kepada kalangan akademisi, pakar, pejabat pemerintah, dan kelompok masyarakat sipil atas partisipasi mereka. Ia berharap implementasi CEDAW dapat diterapkan secara menyeluruh di seluruh lapisan masyarakat guna mewujudkan kesetaraan gender, kehidupan yang bebas dan bermartabat, serta mendorong pembangunan demokrasi Taiwan yang berkelanjutan.