Kementerian Dalam Negeri (MOI) menyelenggarakan Pelatihan Respons Bantuan Kemanusiaan 2026 Taiwan-AS, menegaskan komitmen pemerintah dalam mengintegrasikan kapasitas pemerintah pusat dan daerah, memperkuat kerja sama antara unsur sipil dan pertahanan, serta meningkatkan mekanisme koordinasi bantuan internasional untuk memperkuat kemampuan penanggulangan bencana.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pemadam Kebakaran Nasional ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Pertahanan Nasional (MND), American Institute in Taiwan (AIT), serta Center for Excellence Pengelolaan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan (CFE-DMHA) yang berbasis di Hawaii.
Pelatihan diikuti oleh pejabat dan personel dari Kantor Manajemen Bencana Yuan Eksekutif, Pusat Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Pengurangan Risiko Bencana, MND, Kementerian Luar Negeri (MOFA), dinas pemadam kebakaran pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat seperti Yayasan Tzu Chi dan Palang Merah ROC (Taiwan).
Pelatihan selama tiga hari yang dipandu oleh pejabat dan penasihat dari Amerika Serikat ini meliputi norma-norma koordinasi internasional antara unsur sipil dan pertahanan, mekanisme bantuan kemanusiaan luar negeri Amerika Serikat, serta pengenalan prosedur operasional standar (SOP) pusat koordinasi pertahanan dari berbagai negara. Selain itu, peserta juga mempelajari berbagai contoh kerja sama antara unsur sipil dan militer dalam penanganan bencana di tingkat global.
Pelatihan ditutup dengan latihan simulasi berbasis skenario yang mengangkat kasus bencana berskala besar. MOI menjelaskan bahwa simulasi tersebut berfokus pada koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, unsur pertahanan, serta mitra utama penanggulangan bencana. Melalui evaluasi hasil latihan, peserta diharapkan dapat mengidentifikasi tantangan yang masih terdapat dalam mekanisme penanganan bencana saat ini.
Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang mengatakan bahwa di tengah meningkatnya ancaman bencana akibat perubahan iklim dan berbagai faktor lainnya, pertukaran internasional serta pembelajaran bersama secara berkelanjutan menjadi kunci dalam meningkatkan kapasitas respons.
Selain membagikan pengalaman Taiwan dalam mitigasi dan penanganan bencana, kegiatan pelatihan ini juga mengadopsi berbagai praktik terbaik dari Amerika Serikat dan mitra internasional lainnya untuk membantu Taiwan membangun masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana.
MOI menambahkan bahwa organisasi nonpemerintah (NGO) merupakan mitra penting pemerintah dalam penanggulangan bencana. Kontribusi mereka dalam integrasi sumber daya, pendampingan bagi korban bencana, dukungan layanan medis, serta koordinasi internasional sangat diperlukan dalam setiap respons bencana.
Oleh karena itu, pelatihan bersama yang dilakukan secara rutin dinilai penting untuk membangun pemahaman dan kepercayaan antarlembaga, sehingga dapat mengurangi biaya operasional sekaligus memungkinkan pengerahan sumber daya secara cepat ke wilayah yang membutuhkan.