Delegasi dari Universitas Nasional Malaysia mengunjungi Taiwan untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan tinggi.
Delegasi yang dipimpin oleh Wakil Rektor Sufian Jusoh dari universitas yang berlokasi di Selangor tersebut terdiri dari para pejabat akademik dan staf senior. Selama kunjungan pada 14 hingga 17 Juli, anggota rombongan mengunjungi sejumlah perguruan tinggi di Taiwan, termasuk National Yang Ming Chiao Tung University di Kota Hsinchu dan Ming Chuan University di Taipei.
Kementerian Pendidikan (MOE) menjelaskan dalam kunjungan ini kedua belah pihak membahas berbagai topik, antara lain pembentukan program gelar ganda, peningkatan program pertukaran jangka pendek bagi dosen dan mahasiswa, serta penyelenggaraan riset akademik internasional bersama.
Selain itu, diskusi juga meliputi pengembangan dan perekrutan talenta melalui kerja sama antara dunia akademik dan industri, serta upaya memajukan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di lingkungan kampus.
MOE menjelaskan bahwa delegasi Malaysia dan mitra mereka di Taiwan juga bertukar pandangan mengenai keunggulan masing-masing serta tren internasional di bidang pendidikan tinggi.
Pembahasan mencakup strategi untuk mengintegrasikan sumber daya kedua belah pihak demi mempercepat penelitian akademik dan mendorong inovasi di lingkungan kampus. Selain itu, kedua pihak juga saling memaparkan pengalaman praktis mengenai pengembangan talenta melalui kerja sama dengan berbagai sektor industri.
Menurut data MOE, ada hampir 9.000 mahasiswa asal Malaysia sedang menempuh pendidikan di Taiwan pada 2025, menjadikan Malaysia sebagai negara asal mahasiswa internasional terbesar ketiga di Taiwan. MOE menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus mendorong universitas-universitas di Taiwan memperluas jangkauan kerja sama global.
MOE menambahkan bahwa instansi tersebut terus berupaya untuk membangun kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi unggulan di seluruh dunia untuk mencetak talenta generasi mendatang. Dengan demikian Taiwan diharapkan dapat semakin memperkuat posisinya dalam jaringan pendidikan tinggi global sekaligus memperluas ketersediaan tenaga profesional berkualitas untuk berbagai sektor industri.