Sistem penetapan biaya karbon Taiwan baru-baru ini meraih pengakuan dari Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Inggris, sebuah perkembangan positif yang akan membantu perusahaan-perusahaan Taiwan mempertahankan daya saing di pasar global.
Kementerian Lingkungan Hidup (MOENV) menjelaskan Taiwan termasuk di antara 16 negara yang tercantum dalam daftar skema penetapan harga karbon yang memenuhi syarat untuk CBAM Inggris. Daftar tersebut, yang juga mencakup Australia, Kanada, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Swiss, diterbitkan oleh HM Revenue and Customs Inggris pada 27 Agustus.
CBAM, yang diumumkan pada akhir 2023 dan akan mulai berlaku pada 2027, bertujuan memastikan produk-produk yang banyak diperdagangkan dan memiliki intensitas karbon tinggi dari luar Inggris dikenakan harga karbon yang sebanding dengan yang dibayarkan produsen di dalam negeri. Keringanan harga karbon akan diberikan untuk produk impor yang telah dikenai harga karbon di negara asalnya.
MOENV mengatakan bahwa selama tiga tahun terakhir, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Perekonomian (MOEA) serta Kantor Perundingan Perdagangan Eksekutif Yuan untuk secara proaktif membahas berbagai persoalan teknis dan kebijakan dengan Inggris.
MOENV juga memberikan informasi kepada pemerintah Inggris mengenai sistem penetapan harga karbon Taiwan, yang mulai diterapkan pada 2025 sesuai dengan Undang-Undang Respons Perubahan Iklim.
Pencantuman Taiwan dalam daftar CBAM merupakan pengakuan kuat dari dunia internasional terhadap upaya Taiwan dalam mendorong manufaktur rendah karbon, meningkatkan efisiensi energi, dan mengurangi emisi.
MOENV menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan terkait untuk membantu perusahaan-perusahaan domestik beradaptasi dengan langkah-langkah CBAM serta memastikan praktik mereka sesuai dengan standar global.