Sebuah lokakarya internasional mengenai peningkatan ketahanan energi dan keamanan rantai pasok diselenggarakan mulai 16 September di Taipei.
Lokakarya ini diselenggarakan di bawah kerangka GCTF dengan kerja sama oleh Kementerian Lingkungan Hidup (MOENV), Kementerian Luar Negeri (MOFA), American Institute in Taiwan (AIT), Japan-Taiwan Exchange Association (JTEA), Australian Office in Taipei, Canadian Trade Office in Taipei, serta British Office Taipei.
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 230 akademisi, perwakilan dunia usaha dan pejabat dari Taiwan serta 28 negara lainnya.
Menteri Lingkungan Peng Chi-ming mengatakan ketahanan energi merupakan landasan dalam mewujudkan transisi menuju emisi nol bersih sekaligus memperkuat keamanan nasional. Untuk mencapai target emisi nol bersih pada 2050, Taiwan telah menetapkan kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC) untuk memangkas emisi gas rumah kaca bersih sebesar 36-40 persen dari tingkat 2005 pada 2035.
Sebagai bagian dari target kebijakan tersebut, Peng Chi-ming menjelaskan Taiwan telah menerapkan sistem pungutan karbon yang beragam. Kebijakan ini diperkirakan dapat membantu mengurangi emisi karbon sebesar 45,2 juta ton per tahun pada 2030, sekaligus mendorong investasi hijau dari sektor swasta senilai NTD 700 miliar.
Langkah lainnya mencakup perluasan kerja sama antara sistem perdagangan emisi Taiwan dan sistem serupa di tingkat global, investasi pada sektor-sektor baru yang mendukung pencapaian emisi nol bersih melalui Taiwan Green Growth Fund, serta pengakuan terhadap daur ulang sumber daya sebagai bagian dari infrastruktur penting.
Menurut MOENV, pembahasan pada hari pertama lokakarya berfokus pada energi terbarukan, rantai pasok mineral penting dan keamanan maritim. Para peserta juga bertukar pandangan mengenai tantangan ketahanan energi yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem dan kondisi geopolitik, serta berbagai solusi potensial untuk mengatasinya.