Sentuhan budaya Taiwan kembali hadir di Eropa! Setelah peluncuran pameran “100 Objects, 100 Stories: Treasures from the National Palace Museum” di Ceko pada September lalu, pameran internasional kedua dalam rangka perayaan 100 tahun Museum Istana Nasional (NPM) bertema “Naga” resmi dibuka pada 17 November di Musée du Quai Branly, Prancis. Melalui ragam karya lukisan dan artefak koleksi NPM yang menampilkan wujud naga, pameran ini memperlihatkan besarnya pengaruh makhluk legendaris tersebut terhadap peradaban Asia Timur selama ribuan tahun.
Kepala NPM, Hsiao Tsung-huang, menjelaskan bahwa sejak 1990-an, NPM telah aktif menjalin kerja sama dengan berbagai museum di Prancis. Sejak pameran “Memories of the Empire – Treasures from the National Palace Museum” di Galeries Nationales du Grand Palais, Paris, pada 1998, hubungan antara kedua institusi terus berkembang dengan baik.
Pada 2018, NPM dan Musée du Quai Branly mencapai kesepakatan untuk melaksanakan pameran pertukaran antara 2019–2021. Pameran topeng istimewa dari Musée du Quai Branly telah digelar di NPM Chiayi pada November 2019. Namun, rencana untuk menghadirkan pameran “Naga” sebagai balasan pada 2021 tertunda akibat pandemi COVID-19. Setelah melewati berbagai tantangan, pameran akhirnya dapat diselenggarakan dengan sukses tahun ini.
Hsiao Tsung-huang menegaskan bahwa naga merupakan simbol keberuntungan dan makhluk sakral dalam budaya Asia Timur. Kepercayaan terhadapnya telah bertahan lebih dari 5.000 tahun, memengaruhi agama, politik, masyarakat, seni, hingga kehidupan sehari-hari. Dengan kedalaman dan keluasan makna tersebut, naga menjadi ikon budaya yang memiliki daya tarik lintas generasi.
Selain menampilkan artefak nasional, pameran kali ini juga memutar dokumenter upacara Taoisme “Anlong Xietu”, sebuah ritual tradisional yang dilakukan saat peresmian gedung administrasi baru NPM, untuk menunjukkan bagaimana unsur naga hadir dalam kehidupan rakyat pada masa kini.
Pameran ini selaras dengan “Tahun Budaya Taiwan di Eropa 2025”, yang diluncurkan bersama Kementerian Luar Negeri (MOFA Taiwan) dan Kementerian Kebudayaan (MOC), serta menegaskan bahwa Taiwan bukan hanya pulau teknologi, tetapi juga pulau budaya dengan semangat inovasi yang kuat.